AGAMABERITA TERBARU

Persembahan Sejati: Hidup yang Diperbarui dan Berkenan kepada Allah

FORUMADIL, Wasian — Dalam kehidupan orang percaya, pertanyaan tentang ibadah yang sejati bukan hanya soal aktivitas gerejawi, melainkan tentang bagaimana setiap hari hidup kita menjadi persembahan yang hidup bagi Allah. Rasul Paulus dalam Roma 12:1-2 menasihatkan agar umat percaya mempersembahkan tubuhnya seluruh keberadaan dirinya sebagai korban yang hidup, kudus dan berkenan kepada Allah. Paulus menyebut ini sebagai bentuk ibadah yang sejati.

Pesan ini menjadi sangat relevan khususnya bagi keluarga muda masa kini yang hidup dalam dunia yang terus menuntut kompromi nilai. Jika kita dihadapkan pada perintah seperti yang diterima Abraham mengorbankan anak yang begitu dikasihi mungkin kita akan memilih menegosiasikannya. Namun, Abraham menunjukkan ketaatan yang luar biasa. Iman dan keyakinannya kepada Allah begitu teguh, sehingga ia sanggup menaati perintah Allah tanpa bersungut-sungut.

Inilah contoh nyata dari hidup yang tidak menjadi serupa dengan dunia, melainkan diperbarui dari dalam seperti yang Paulus serukan dalam Roma 12:2. Pembaharuan budi bukan proses sekali jadi, melainkan sebuah perjalanan seumur hidup untuk terus mengenal dan mengikuti kehendak Allah: yang baik, yang berkenan, dan yang sempurna.

Lebih jauh, Keyboadist ini katakan, dalam 1 Korintus 6:19-20, kita diingatkan bahwa tubuh kita adalah bait Roh Kudus, milik Allah, dan telah dibeli dengan harga yang mahal. Maka, kita tidak lagi hidup untuk diri sendiri, melainkan untuk memuliakan Allah lewat tubuh dan hidup kita.

Renungan ini mengajak kita semua untuk bertanya: Apakah hidupku saat ini mencerminkan ibadah yang sejati? Sudahkah aku mempersembahkan tubuh dan kehendakku kepada Allah, ataukah aku masih menjadi serupa dengan dunia ini?

Mari terus memperbaharui cara berpikir dan mempersembahkan hidup kita setiap hari sebagai wujud nyata ibadah, sebagaimana dicontohkan oleh Abraham dan diteladankan oleh nasihat Paulus. Sebab hidup yang berkenan kepada Allah dimulai dari hati yang taat dan budi yang terus diperbarui.

Hidup yang sempurna menjadi landasan bagi Keluarga Muda dalam kehidupan sehari-hari. Filipi 4:8; Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

Penulis : Wesley Daniel Tambuwun, S. E., Ketua Pray & Worship dan Ketua komisi Pelayanan Pria GPdI Lahai-Roi Wasian

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button