Hendaklah Terangmu Bercahaya
(Matius 5:16) “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”

FORUMADIL, SULUT – Natal adalah hari raya umat Kristen yang memperingati kelahiran Yesus Kristus pada tanggal 25 Desember. Lebih dari sekadar perayaan tahunan, Natal adalah peristiwa iman yang mengandung makna mendalam tentang harapan, kedamaian, dan kasih Allah yang dinyatakan melalui kelahiran Sang Juru Selamat bagi dunia.
Asal-usul Nama Natal
Kata Natal berasal dari bahasa Latin Dies Natalis yang berarti hari kelahiran. Dalam bahasa Inggris, Natal dikenal sebagai Christmas, yang berasal dari gabungan kata Christ’s Mass atau Misa Kristus. Nama ini mengingatkan kita bahwa pusat perayaan Natal adalah Kristus sendiri.
Makna Firman: Hendaklah Terangmu Bercahaya
Firman Tuhan dalam Matius 5:16 mengajak setiap orang percaya untuk memancarkan terang Kristus melalui perbuatan baik dan karakter hidup yang mencerminkan kasih-Nya. Terang itu bukan untuk memuliakan diri sendiri, melainkan agar melalui hidup kita, nama Tuhan dimuliakan.
Yesus menggambarkan terang itu seperti kota di atas bukit yang tidak mungkin tersembunyi, atau pelita di atas kaki dian yang menerangi seluruh rumah. Artinya, iman Kristen harus terlihat nyata dalam kehidupan sehari-hari: dalam sikap, perkataan, dan tindakan.
Makna Natal bagi Orang Percaya
Peristiwa utama Natal adalah kelahiran Yesus di Betlehem—sebuah peristiwa ilahi yang, dalam iman Kristen, memulihkan hubungan antara manusia dan Allah:
- Kelahiran Yesus adalah simbol harapan bagi dunia yang gelap.
- Ia membawa pesan kasih dan perdamaian, mengajak manusia hidup berdamai dengan Allah dan sesama.
- Natal menjadi pengingat bahwa terang sejati telah datang ke dunia, dan terang itu tidak dapat dikalahkan oleh kegelapan.
Tradisi Perayaan Natal
Berbagai tradisi Natal yang kita lakukan memiliki makna bila dijalani dengan hati yang benar:
- Ibadah
Ibadah menyambut Natal biasanya dimulai sejak akhir November hingga awal Desember, baik dalam kelompok, komunitas, maupun gereja. Puncaknya adalah ibadah pada tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Kristus. - Dekorasi
Menghias rumah dan gereja dengan pohon Natal, lampu, dan ornamen bukan sekadar memperindah suasana, tetapi menjadi simbol sukacita atas kelahiran Sang Terang Dunia.
- Berkumpul dan Berbagi
Natal adalah momen untuk berkumpul bersama keluarga, makan bersama, berbagi kasih, saling memaafkan, dan mempererat hubungan. Keluarga harus menjadi prioritas, sebab dalam masa sulit, keluargalah yang pertama hadir menolong kita.
- Sinterklas (Santa Klaus)
Sinterklas adalah tokoh legendaris yang melambangkan semangat berbagi, terutama kepada anak-anak yatim piatu dan mereka yang membutuhkan. Namun perlu diingat, Sinterklas bukan inti Natal, melainkan hanya ornamen pelengkap dari makna sejati Natal itu sendiri.
Penutup
Natal bukan sekadar tradisi atau perayaan seremonial. Natal adalah panggilan iman untuk menjadi terang Kristus yang nyata melalui perbuatan kasih.
Oleh karena itu, saya mengajak kita semua, sebagai orang percaya, untuk membuka hati dan tangan—menjadi saluran berkat kasih Tuhan bagi mereka yang berkekurangan, bagi yang tidak mampu merayakan Natal dengan kemewahan, dan bagi siapa pun yang membutuhkan sentuhan kasih.
Kiranya melalui hidup kita, terang Kristus sungguh bercahaya, dan nama Tuhan dimuliakan. Amin.

Penulis: Pdm. Retsa Nasaretsa F.G Mailangkay, STT EL-SHADDAI Manado



