BERITA TERBARUNASIONAL

Enam Korban Pesawat ATR 42-500 Ditemukan, Proses Identifikasi Masih Berlangsung

Tim SAR menghadapi medan ekstrem di Gunung Bulusaraung. Satu pramugari telah teridentifikasi, sementara jenazah lainnya masih dalam proses DVI Polri.

FORUMADIL, Makasar — Operasi pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, terus berlanjut. Hingga pembaruan terakhir, enam jenazah korban telah ditemukan, seluruhnya dalam kondisi meninggal dunia. Medan terjal dan cuaca yang cepat berubah menjadi tantangan utama bagi tim SAR gabungan.

Pesawat yang dioperasikan Indonesia Air Transport (IAT) itu membawa 11 orang, terdiri atas kru dan penumpang. Tidak ada laporan korban selamat. Aparat gabungan dari Basarnas, TNI AU, Polri, dan relawan menyisir area perbukitan dan jurang yang sulit dijangkau sejak pesawat dinyatakan hilang kontak.

Dari enam jenazah yang ditemukan, satu korban telah teridentifikasi secara resmi, yakni Florencia Lolita Wibisono (33), seorang pramugari. Jenazah korban telah diterbangkan ke Jakarta dan disemayamkan di rumah duka. Sementara itu, lima jenazah lainnya masih menjalani proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri melalui pencocokan data antemortem, termasuk DNA dan rekam medis keluarga.

Pihak berwenang menegaskan, nama korban lain belum diumumkan demi memastikan keakuratan identitas serta menjaga etika dan empati terhadap keluarga. Proses identifikasi dilakukan secara cermat untuk menghindari kesalahan yang berpotensi menambah beban psikologis bagi kerabat korban.

Di sisi lain, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah menerima kotak hitam (black box) pesawat untuk dianalisis. Data dari perangkat tersebut diharapkan dapat mengungkap rangkaian peristiwa teknis sebelum kecelakaan terjadi. Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam tahap penyelidikan dan belum dapat disimpulkan.

Operasi SAR dipastikan tetap berlanjut dengan prioritas pada evakuasi seluruh korban dan pengamanan lokasi. Pemerintah daerah serta otoritas pusat menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh upaya kemanusiaan dan investigasi secara transparan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button