Virus Nipah: Ancaman Zoonosis Mematikan
Nipah? Virus Nipah adalah penyakit menular dari hewan ke manusia (zoonosis) yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan berat dan radang otak.

FORUMADIL, JAKARTA — Virus Nipah (NiV) adalah patogen yang termasuk dalam kelompok Paramyxoviridae, genus Henipavirus yang dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia dan hewan. Virus ini pertama kali diidentifikasi setelah wabah pada peternak babi di Kampung Sungai Nipah, Malaysia, tahun 1998 dan kemudian menular ke pekerja peternakan di wilayah itu serta ke Singapura. Nama “Nipah” sendiri berasal dari lokasi awal wabah tersebut.
Asal Usul & Penyebab
Virus Nipah adalah virus RNA yang biasanya hidup tanpa menyebabkan penyakit pada reservoir aslinya, yaitu kelelawar buah (Pteropus spp.). Hewan ini menjadi pembawa alami dan dapat menyebarkan virus melalui air liur, urine, atau kotorannya. Penularan ke manusia dapat terjadi melalui:
- Kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi (misalnya babi) atau sekresi tubuhnya.
- Konsumsi buah atau produk makanan yang terkontaminasi oleh kelelawar.
- Kontak erat dengan individu yang terinfeksi (termasuk cairan tubuhnya).
Catatan penelitian menunjukkan bahwa beberapa negara seperti Malaysia, Bangladesh, India, Filipina, dan Singapura telah melaporkan kasus Nipah pada manusia.
Bagaimana Virus Menyebar
Virus Nipah dapat menular dari hewan ke manusia dan juga antar manusia, khususnya melalui kontak dengan cairan langsung atau droplet pernapasan. Dalam beberapa wabah di Siliguri (India) dan Bangladesh, penularan di fasilitas kesehatan juga terjadi melalui kontak erat pasien dan pengasuh.
Gejala & Dampak pada Manusia
Setelah terpapar virus, gejala dapat muncul dalam waktu 4–14 hari, dan bahkan ada laporan inkubasi hingga 45 hari. Gejalanya sangat bervariasi, mulai dari ringan hingga yang mengancam nyawa.
Gejala awal (mirip flu):
- Demam tinggi
- Sakit kepala
- Nyeri otot
- Sakit tenggorokan
- Muntah
Gejala berat:
- Gangguan pernapasan akut
- Disorientasi
- Kejang-kejang
- Ensefalitis (radang otak)
- Penurunan kesadaran hingga koma dalam 24–48 jam
- Kematian dalam banyak kasus
Virus Nipah memiliki angka kematian yang sangat tinggi, diperkirakan 40-75%, tergantung pada respon kesehatan setempat dan cepatnya diagnosis.
Apakah Ada Obat atau Vaksin?
Hingga kini, belum ada obat antivirus yang terbukti efektif maupun vaksin yang disetujui untuk virus Nipah. Penanganan pasien umumnya bersifat supportive care, yaitu perawatan intensif untuk memenuhi kebutuhan pernapasan, cairan, dan komplikasi neurologis yang muncul.
WHO juga menempatkan virus Nipah dalam daftar prioritas untuk penelitian dan pengembangan vaksin karena potensinya menjadi ancaman global.
Sikap WHO dan Respon Global
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa Nipah virus adalah jalan transmisi penyakit yang serius dan dampaknya bisa besar karena fatalitas tinggi dan kemampuan penularan manusia ke manusia. WHO terus memantau kasus yang terjadi dan memberikan panduan pencegahan serta kesiapsiagaan kepada negara-negara berisiko.
Negara-negara Asia, termasuk Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Vietnam, telah meningkatkan pemeriksaan kesehatan di bandara, terutama pemeriksaan suhu dan deklarasi kesehatan untuk pelancong dari wilayah terdampak seperti India, sebagai langkah pencegahan dini.
Negara-Negara yang Pernah Terkena
Beberapa wilayah dengan laporan wabah Nipah pada manusia antara lain:
- Malaysia & Singapura — wabah pertama kali pada 1998-1999.
- Bangladesh — hampir terjadi setiap tahun sejak 2001 dengan ratusan kasus terkonfirmasi dan fatalitas tinggi.
- India — beberapa wabah sporadis di negara bagian seperti Kerala dan Bengala Barat, termasuk laporan kasus awal 2026 yang memicu penguatan skrining regional.
Fakta Lain yang Perlu Diketahui
- Kelelawar buah merupakan reservoir alami virus, tetapi virus dapat menginfeksi hewan lain seperti babi, kuda, dan anjing, yang kemudian bisa memperluas jalur penularan.
- Pencegahan meliputi pengurangan kontak dengan hewan berisiko, pengawasan makanan yang mungkin terkontaminasi kelelawar, serta praktik kebersihan yang ketat saat merawat pasien.
- Meski masih ada kekhawatiran, risiko penyebaran internasional dianggap rendah dengan langkah surveilans dan respon dini yang tepat.
KesimpulanVirus Nipah adalah ancaman kesehatan global yang serius karena kemampuan transmisi lintas spesies dan angka kematian tinggi. Tanpa vaksin atau terapi khusus saat ini, upaya pencegahan, deteksi dini dan perawatan suportif menjadi kunci utama untuk mengendalikan penyebarannya di masyarakat.



