AGAMABERITA TERBARU

Roh yang Menyala-Nyala: Melayani Tuhan Bukan Karena Terpaksa

Tuhan tidak mencari pelayan yang sempurna, tetapi pelayan yang bersedia menjaga api rohnya tetap menyala. Melayani Tuhan harus dilakukan dengan sepenuh hati, penuh passion, dan dedikasi—bukan karena terpaksa, jabatan, atau tekanan lingkungan.

Renungan Kristen | Forum Adil

Ilustrasi Khotbah: “Alasan ke Gereja”

Pada suatu Minggu pagi, seorang ibu membangunkan anaknya yang sudah berusia 55 tahun.

“Bangun! Ayo cepat bersiap ke gereja!” kata sang ibu.

Dengan nada malas, anak itu menjawab,
“Aku tidak mau ke gereja. Aku tidak suka ke sana. Orang-orang di gereja juga tidak menyukaiku. Pelayanannya membosankan!”

Ibunya tetap bersikeras,
“Kamu harus ke gereja.”

Anaknya mengeluh,
“Kalau begitu, beri aku dua alasan kuat kenapa aku harus pergi.”

Dengan tenang sang ibu menjawab,
“Pertama, kamu sudah 55 tahun.
Kedua… kamu itu pendetanya.”

Ilustrasi ini menggelitik, tetapi menyentil hati. Ternyata, bahkan pelayan Tuhan pun bisa kehilangan semangat jika pelayanan dijalani hanya sebagai kewajiban, bukan panggilan hati.

Sudut Pandang Alkitab dari Ilustrasi ini: Roma 12:11–12

“Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.”
(Roma 12:11, TB)

Ayat ini adalah ajakan tegas bagi setiap orang percaya untuk menjaga api semangat rohani agar tidak padam oleh rutinitas, kejenuhan, atau tekanan hidup.

Makna Firman

  • Kerajinan yang tidak kendor
    Tuhan tidak menghendaki pelayanan yang lesu, asal jalan, atau dilakukan karena terpaksa.
  • Roh yang menyala-nyala
    Semangat yang berkobar karena Roh Kudus, bukan sekadar emosi sesaat. Api ini perlu dijaga melalui disiplin rohani dan kedekatan dengan Tuhan.
  • Melayani Tuhan
    Pelayanan sejati bukan untuk mencari pujian manusia, jabatan, atau pengakuan, tetapi sebagai respons kasih kepada Tuhan.

Paulus melanjutkan:

“Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa.”
(Roma 12:12)

Inilah kunci menjaga roh tetap menyala di tengah realitas pelayanan yang tidak selalu mudah.

Paulus: Pelayan yang Tidak Padam Semangatnya

Rasul Paulus adalah teladan nyata tentang pelayanan dengan roh yang menyala-nyala. Ia menghadapi aniaya, penderitaan fisik, tekanan batin, bahkan ancaman kematian. Namun ia tetap setia karena keyakinannya:

“Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus?”
(Roma 8:35–39)

Bagi Paulus, hidup memiliki satu pusat:

“Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.”
(Filipi 1:21)

Pelayanan bukan beban, melainkan makna hidup.

Refleksi untuk Pelajaran Alkitab

Renungan ini mengajak kita bertanya dengan jujur:

  • Apakah saya masih melayani Tuhan dengan sukacita, atau sekadar rutinitas?
  • Apakah saya datang beribadah karena kerinduan, atau hanya karena kewajiban?
  • Bagaimana saya menjaga api rohani agar tidak padam?

Pelayanan yang dilakukan tanpa roh yang menyala-nyala akan cepat melelahkan. Tetapi pelayanan yang lahir dari kasih kepada Tuhan akan bertahan, bahkan di tengah kesesakan.

Menjadi Bahan Diskusi Pelayanan Alkitab?

  1. Apa yang paling sering membuat semangat pelayanan menjadi kendor?
  2. Bagaimana cara praktis menjaga roh tetap menyala di tengah kesibukan hidup?
  3. Apa pelajaran terpenting dari teladan Rasul Paulus bagi pelayanan masa kini?

Melayani Tuhan harus dilakukan dengan sepenuh hati, penuh passion, dan dedikasi tinggi.
Roh yang menyala-nyala adalah bahan bakar utama pelayanan yang setia, tekun, dan tidak sia-sia—bukan pelayanan karena terpaksa, jabatan, atau rutinitas semata.

Penulis: Pdm. Reza Nasaretsa F. G. Mailangkay merupakan lulusan STT El-Shaddai Manado dan adalah pelayan gereja yang aktif dalam pelayanan serta pengajaran Alkitab, serta terlibat dalam pembinaan iman melalui rubrik rohani di Forum Adil.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button