Padel Menyapa Manado: Olahraga Baru yang Digemari Keluarga Muda
Dari Lapangan Tertutup hingga Ruang Sosial Baru, Padel Mulai Mengakar di Ibu Kota Sulawesi Utara

FORUMADIL, Manado — Sebuah olahraga raket yang relatif baru mulai mencuri perhatian warga Manado. Namanya padel. Di lapangan berdinding kaca, bola kecil berwarna biru beradu cepat, diselingi tawa dan teriakan menyemangati. Bukan atlet profesional yang mendominasi arena, melainkan keluarga-keluarga muda yang menjadikan olahraga ini sebagai ruang kebersamaan baru.

Pemandangan itu terlihat di Lapangan Padel King Bahu, Manado, pekan ini. Sejumlah anggota komunitas kaum keluarga muda GPdI Lahai-Roi berkumpul, bermain, dan berfoto bersama seusai pertandingan persahabatan. Raket tanpa senar khas padel menjadi simbol gaya hidup baru: sehat, sosial, dan inklusif.
Padel merupakan olahraga yang menggabungkan unsur tenis dan squash. Permainannya dilakukan di lapangan lebih kecil dari tenis, dikelilingi dinding kaca yang memungkinkan bola dipantulkan kembali. Sistem skor menyerupai tenis, namun servis dilakukan dari bawah, membuatnya relatif mudah dipelajari pemula.
“Padel itu cepat nyantol. Baru main sekali-dua kali, sudah bisa rally,” ujar salah satu anggota komunitas keluarga muda GPdI Lahai-Roi usai bermain.
Lebih dari Sekadar Olahraga
Di Manado, padel bukan sekadar aktivitas fisik. Ia berkembang menjadi ruang sosial baru, terutama bagi kalangan urban dan keluarga muda. Karakter permainannya yang dominan ganda (dua lawan dua) membuat interaksi dan kerja sama menjadi kunci, bukan kekuatan fisik semata.
Fenomena ini sejalan dengan tren global. Di sejumlah negara seperti Spanyol dan Argentina, padel dikenal sebagai olahraga yang “demokratis”: bisa dimainkan lintas usia dan latar belakang. Kini, pola serupa mulai terlihat di Manado.
Lapangan-lapangan padel yang hadir di kota ini menjadi titik temu baru—tempat olahraga, jejaring sosial, hingga rekreasi keluarga. Tak jarang, anak-anak ikut menyaksikan orang tuanya bermain dari balik kaca lapangan.
Menunggu Dukungan dan Pembinaan
Meski popularitasnya tumbuh, padel di Manado masih berada pada tahap awal. Belum ada kompetisi resmi berskala daerah maupun struktur pembinaan yang mapan. Namun, geliat komunitas menunjukkan potensi besar.
Jika tren ini konsisten, bukan mustahil padel akan mengikuti jejak cabang olahraga lain yang lebih dulu berkembang di Sulawesi Utara—berangkat dari komunitas, lalu menuju sistem yang lebih terorganisasi.
Bagi Manado, padel bukan sekadar olahraga baru. Ia adalah penanda perubahan gaya hidup perkotaan, di mana sehat, kebersamaan, dan ruang publik alternatif bertemu dalam satu lapangan berdinding kaca.



