BERITA TERBARUEKONOMI

Susunan Baru Bank SulutGo 2026–2031

Vicky Lumentut Pimpin Komisaris, Direksi Tetap Didominasi Profesional Perbankan

FORUMADIL, Manado – Hampir sepekan setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) digelar pada 10 Februari 2026, komposisi baru Dewan Komisaris dan Direksi Bank SulutGo (BSG) periode 2026–2031 masih menjadi perbincangan di Sulawesi Utara.

Bank milik pemerintah daerah itu resmi menetapkan jajaran pengurus baru yang memadukan figur berlatar belakang politik dan profesional karier perbankan. Di posisi Komisaris Utama, nama mantan Wali Kota Manado dua periode, G.S. Vicky Lumentut, menjadi sorotan.

Kembalinya Figur Politik Senior

Vicky Lumentut bukan nama baru dalam panggung pemerintahan Sulawesi Utara. Ia memimpin Kota Manado selama dua periode dan dikenal sebagai birokrat sekaligus politisi dengan pengalaman panjang di pemerintahan daerah.

Penempatannya sebagai Komisaris Utama BSG dinilai sebagai langkah menghadirkan pengalaman tata kelola pemerintahan ke dalam fungsi pengawasan bank daerah. Dalam struktur BUMD, komisaris berperan mengawasi kebijakan direksi serta memastikan perusahaan berjalan sesuai prinsip kehati-hatian dan regulasi.

Selain Vicky, jajaran Dewan Komisaris juga diisi oleh:

  • Djafar Alkatiri, figur publik dengan latar belakang legislatif dan pengalaman kelembagaan.
  • Jaclyn Koloay, yang dikenal pernah aktif dalam politik dan memiliki pengalaman di DPRD serta kepemimpinan partai.
  • Max Kembuan, profesional independen dengan latar belakang manajerial.
  • Rania Riris Ismail, figur profesional non-partisan.
  • Diane ND, yang juga dikenal sebagai profesional independen.

Komposisi ini memperlihatkan perpaduan unsur politik dan profesional, sebagaimana lazim terjadi dalam struktur bank pembangunan daerah.

Direksi: Kontinuitas Profesional

Sementara itu, jajaran direksi periode 2026–2031 tetap didominasi kalangan profesional perbankan.

Revino M. Pepah ditetapkan sebagai Direktur Utama. Ia dikenal sebagai bankir karier yang telah lama berkecimpung di BSG dan memahami kultur serta strategi pertumbuhan bank daerah tersebut.

Direksi lainnya meliputi:

  • Louisa Parengkuan (Direktur Operasional), berpengalaman di bidang operasional dan manajemen sistem perbankan.
  • Joubert R.J. Dondokambey (Direktur Umum), berlatar belakang manajemen administrasi dan tata kelola internal.
  • Tetty (Ester) Rampengan (Direktur Kredit), memiliki pengalaman dalam pengelolaan kredit dan manajemen risiko.
  • Rudiyanto Katili (Direktur Dana), berpengalaman dalam pengelolaan dana dan treasury.
  • Mutesa Holdin (Direktur Kepatuhan), yang bertanggung jawab atas aspek regulasi dan compliance.

Secara umum, jajaran direksi mencerminkan kesinambungan manajerial. Beberapa di antaranya telah menjabat pada periode sebelumnya, memperlihatkan pendekatan stabilitas dalam pengelolaan BSG.

Profesionalisme atau Konfigurasi Politik?

Sebagai bank pembangunan daerah, BSG memiliki posisi strategis dalam mendukung pembiayaan daerah dan pengelolaan keuangan pemerintah provinsi serta kabupaten/kota.

Komposisi baru ini memunculkan dua pembacaan. Di satu sisi, dominasi profesional menunjukkan komitmen terhadap kesinambungan kinerja dan stabilitas. Di sisi lain, hadirnya figur politik senior di kursi komisaris memperlihatkan dimensi representasi pemegang saham daerah.

Yang menarik, dari susunan yang diumumkan, tidak tampak figur yang secara terbuka teridentifikasi sebagai kader Partai Gerindra dalam struktur komisaris maupun direksi. Fakta ini memicu diskursus politik lokal, meski hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai pertimbangan representasi partai dalam struktur tersebut.

Tantangan Lima Tahun ke Depan

Periode 2026–2031 akan menjadi ujian bagi manajemen baru BSG. Tantangan digitalisasi layanan, ekspansi kredit produktif, penguatan UMKM, serta pengawasan ketat terhadap risiko kredit menjadi agenda yang tidak ringan.

Dewan Komisaris dituntut memperkuat fungsi kontrol dan tata kelola, sementara Direksi harus menjaga pertumbuhan laba dan kesehatan bank di tengah kompetisi industri perbankan regional.

Dengan kombinasi figur politik senior dan bankir karier, publik kini menanti apakah komposisi baru ini akan memperkuat profesionalisme BSG atau justru membuka ruang tafsir politik yang lebih luas di tubuh bank daerah tersebut.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button