BERITA TERBARUSULUT

Data Lama vs Dugaan Baru: Polemik E. coli PDAM Manado Mengarah ke Desakan Audit

Klaim Nol Bakteri Berbasis Uji 2025 Dipertanyakan, Uji Ulang dan Audit Independen Dinilai Krusial

MANADO — Polemik kualitas air bersih PDAM Manado memasuki fase krusial setelah muncul perbedaan antara data resmi perusahaan dan dugaan kondisi terkini di lapangan terkait kontaminasi bakteri indikator pencemaran tinja seperti Escherichia coli.

Direktur Utama PDAM Manado, Meiky Taliwuna, menyatakan bahwa hasil uji laboratorium eksternal terakhir pada 25 September 2025 menunjukkan kandungan E. coli berada pada angka nol di seluruh instalasi. Pengujian tersebut dilakukan oleh laboratorium eksternal dari Kementerian Kesehatan, yakni Poltekkes Kemenkes Manado.

“Berdasarkan hasil tersebut, air PDAM dinyatakan telah memenuhi standar kesehatan yang disyaratkan,” ujar Meiky usai rapat dengar pendapat bersama Komisi 2 DPRD Kota Manado, Selasa (31/3).

Namun, pernyataan tersebut tidak serta-merta meredam kekhawatiran publik. Moniaga menilai data tersebut perlu ditempatkan dalam konteks waktu dan kondisi terkini.

“Data itu penting, tetapi yang dipersoalkan sekarang adalah kondisi mutakhir. Kualitas air bersifat dinamis dan bisa berubah, terutama dalam sistem distribusi,” kata dia.

Kesenjangan Data dan Risiko Distribusi

Perbedaan waktu antara hasil uji terakhir dan dugaan kondisi saat ini menjadi titik krusial. Dalam praktik pengelolaan air bersih, kualitas air tidak hanya ditentukan di instalasi, tetapi juga sangat bergantung pada jaringan distribusi hingga ke pelanggan.

Sejumlah pihak menilai, meskipun pengujian berkala setiap enam bulan telah memenuhi standar minimum, pengawasan terhadap parameter mikrobiologi seperti Escherichia coli perlu dilakukan secara lebih intensif.

“Air bisa saja aman saat keluar dari instalasi, tetapi berisiko terkontaminasi di jaringan distribusi. Ini yang perlu diuji hingga ke titik konsumsi,” ujar salah satu sumber yang mengikuti pembahasan di DPRD.

Langkah Uji Ulang dan Transparansi

Menanggapi polemik tersebut, PDAM Manado menyatakan akan melakukan uji laboratorium ulang pada April 2026. Pengujian ini melibatkan dua lembaga eksternal, yakni Poltekkes Kemenkes Manado dan Laboratorium Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi.

Proses pengambilan sampel dilakukan secara terbuka dan disaksikan oleh DPRD serta awak media sebagai bagian dari upaya menjaga transparansi.

Hasil pengujian ini diperkirakan menjadi penentu untuk memastikan apakah dugaan kontaminasi benar terjadi atau tidak.

Sorotan Anggaran dan Tata Kelola

Di sisi lain, Moniaga juga menyoroti aspek pengelolaan anggaran berdasarkan dokumen Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK RI). Ia menyebut alokasi biaya untuk uji laboratorium air berada pada tingkat yang sangat minim, bahkan tidak mencapai satu persen dari total beban operasional.

“Jika pengujian kualitas air tidak menjadi prioritas anggaran, maka risiko terhadap mutu air tentu menjadi lebih besar. Ini bukan sekadar persoalan administratif, tetapi menyangkut kesehatan publik,” jelasnya.

Desakan Audit dan Pengujian Independen

Untuk memastikan persoalan ini terjawab secara objektif, Moniaga mendorong dilakukan audit menyeluruh oleh lembaga pengawas seperti Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta membuka ruang keterlibatan lembaga lain seperti Ombudsman dan BPK.

Ia juga menilai pengujian kualitas air perlu dilakukan secara komprehensif melalui lebih dari satu laboratorium, agar hasilnya dapat dibandingkan secara objektif.

“Pengujian tidak cukup hanya satu sumber. Harus ada pembanding dari beberapa laboratorium, termasuk pihak independen,” katanya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya pengambilan sampel secara acak hingga ke rumah-rumah warga.

“Dalam banyak kasus, air bisa saja dinyatakan aman di instalasi, tetapi mengalami kontaminasi di jaringan distribusi. Karena itu, pengujian harus benar-benar mencerminkan kondisi air yang dikonsumsi masyarakat,” ujarnya.

Ujian Kepercayaan Publik

Kasus ini tidak hanya menyangkut aspek teknis kualitas air, tetapi juga menyentuh kepercayaan publik terhadap layanan dasar pemerintah daerah.

Jika hasil uji terbaru kembali menunjukkan air dalam kondisi aman, maka polemik dapat mereda. Namun jika ditemukan kandungan Escherichia coli, maka persoalan ini berpotensi berkembang menjadi isu serius yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

Hingga berita ini diturunkan, hasil uji laboratorium terbaru masih dalam proses pemeriksaan, sementara pihak PDAM Manado dan Pemerintah Kota Manado belum memberikan keterangan lanjutan terkait evaluasi kebijakan maupun langkah korektif yang akan diambil.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button