BERITA TERBARUSULUT

Sintya NC Bojoh Terpilih Pimpin PWI Sulut 2026–2031, Catat Sejarah Baru di Dunia Jurnalis

Kemenangan telak dalam Konferensi PWI Sulut di Manado menandai era baru kepemimpinan dan harapan reformasi organisasi wartawan

Manado – Konferensi Provinsi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Utara resmi menetapkan Sintya Nindya Christin Bojoh sebagai Ketua PWI Sulut periode 2026–2031, dalam pemilihan yang digelar pada 31 Maret 2026 di Manado.

Dalam kontestasi yang berlangsung dinamis, Sintya Bojoh berhasil meraih suara terbanyak, mengungguli tiga kandidat lainnya yakni Merson Simbolon, John Wesley Paransi, dan Faruk Langaru.

Berdasarkan hasil penghitungan suara, Sintya memperoleh dukungan mayoritas anggota PWI Sulut, menjadikannya pemenang dengan selisih yang cukup signifikan dari pesaing terdekatnya.

Kemenangan ini sekaligus mencatatkan sejarah baru, di mana Sintya Bojoh menjadi perempuan pertama yang dipercaya memimpin PWI Sulawesi Utara sejak organisasi tersebut berdiri di daerah ini.

Proses pemilihan sendiri diikuti oleh ratusan anggota PWI yang memiliki hak suara, mencerminkan tingginya partisipasi serta perhatian terhadap arah masa depan organisasi wartawan di Sulut.

Sejumlah isu strategis turut mewarnai jalannya konferensi, mulai dari dorongan reformasi internal, peningkatan profesionalisme jurnalis, hingga upaya memperkuat kesejahteraan anggota di tengah tantangan industri media yang terus berubah.

Dalam berbagai penyampaian visi, para kandidat juga menekankan pentingnya menjaga independensi pers serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan PWI.

Terpilihnya Sintya Bojoh tidak hanya dimaknai sebagai kemenangan personal, tetapi juga sebagai sinyal kuat adanya dorongan perubahan dalam tubuh PWI Sulut. Dukungan mayoritas yang diraih menunjukkan keinginan anggota terhadap kepemimpinan baru yang lebih adaptif, inklusif, dan responsif terhadap dinamika dunia jurnalistik modern.

Namun demikian, tantangan ke depan tidak ringan. Konsolidasi internal, menjaga integritas organisasi, serta menjawab tuntutan profesionalisme di era digital akan menjadi ujian utama bagi kepemimpinan baru. Jika mampu menjawab ekspektasi tersebut, maka momentum kemenangan ini bisa menjadi titik balik penting bagi transformasi PWI Sulawesi Utara ke arah yang lebih progresif.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button