BERITA TERBARUNASIONAL

Kejagung Usut Dugaan Korupsi Ekspor Limbah Sawit (POME), Puluhan Saksi Diperiksa

“Pemanggilan direktur perusahaan sawit dan pemeriksaan lebih dari 40 saksi jadi langkah awal membongkar dugaan penyimpangan ekspor limbah CPO.”

FORUMADIL, Jakarta – Kejagung melalui tim penyidik pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) telah memeriksa direktur sebuah perusahaan swasta — PT Abadi Energi Nabati (berinisial HI) — terkait dugaan tindak pidana korupsi atas kegiatan ekspor limbah cair kelapa sawit (Palm Oil Mill Effluent / POME).

Pemeriksaan ini bukan satu-satunya. Menurut data dari Kejagung dan sejumlah media, sudah lebih dari 40 orang saksi — dari kalangan swasta maupun pejabat birokrasi, termasuk oknum di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai — diperiksa untuk menguatkan bukti dalam penyidikan.

Tim penyidik bahkan telah melakukan penggeledahan di beberapa lokasi, termasuk kantor dan rumah pejabat terkait, sebagai bagian dari penyidikan.

Sampai saat ini, penyidikan masih berlangsung; belum ada pengumuman resmi mengenai penetapan tersangka publik — meskipun proses pembuktian terus digiatkan.

Analisis & Implikasi

Dugaan ekspor limbah POME membawa persoalan serius: Limbah cair sawit seperti POME bisa dikategorikan sebagai limbah dengan potensi pencemaran lingkungan jika tidak dikelola dengan benar. Ekspor tanpa regulasi dan pengawasan bisa menghindarkan tanggung jawab lingkungan — sebuah penyimpangan sistemik dalam tata niaga kelapa sawit.

Pemeriksaan direktur perusahaan dan banyak saksi menyiratkan bahwa dugaan penyimpangan ini melibatkan jaringan luas — bukan hanya pelaku korporasi, tapi juga aktor dalam birokrasi pengawasan ekspor. Hal ini membuka risiko korupsi struktural dan konflik kepentingan dalam regulasi perdagangan ekspor limbah.

Bagi masyarakat & publik pengawas kebijakan — termasuk organisasi Anda (Forum Adil) — kasus ini penting untuk dipantau: jika terbukti, kasus ini bisa menjadi preseden penegakan hukum lingkungan dan korporasi besar, menunjukkan bahwa penyalahgunaan wewenang dalam sektor strategis seperti kelapa sawit tidak dibiarkan impunitas.

Namun, seperti halnya pemulihan aset, hasil penyidikan dan transparansi proses penegakan sangat menentukan: apakah penyidikan hanya “pemeriksaan saksi”, atau berlanjut ke tuntutan hukum, pemulihan kerugian negara/lingkungan, dan reformasi regulasi sektor sawit & ekspor limbah.

Potensi Fokus Berita Forum Adil

Karena Anda di Sulawesi Utara dan tertarik pada isu korupsi serta tata kelola anggaran/pemerintahan — ada beberapa sudut pandang yang bisa ditekankan:

Aspek lingkungan & keadilan ekologis — menyoroti bahwa limbah sawit bukan sekadar urusan ekonomi, tapi punya dampak lingkungan dan kesehatan masyarakat jika dikelola secara ilegal.

Akuntabilitas regulasi & birokrasi — dugaan pelibatan petugas/pejabat Bea Cukai dan perusahaan swasta dalam ekspor limbah; penting untuk soroti integritas pengawasan ekspor.

Keterkaitan dengan korupsi & penyalahgunaan wewenang — memperlihatkan bahwa korupsi bisa terjadi dalam bentuk manipulasi regulasi industri & ekspor, bukan hanya penyalahgunaan dana publik.

Pentingnya transparansi kasus & partisipasi publik — menekankan peran organisasi masyarakat sipil (seperti Forum Adil) dalam memantau perkembangan penyidikan, mendorong transparansi, dan memastikan proses hukum berjalan adil.(Joe)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button