BERITA TERBARUOLAHRAGA

Duel Tokoh — Sualang vs Castro dalam Bursa Ketua KONI Manado

Transparansi rekam jejak menjadi sorotan di tengah harapan publik agar KONI Manado dipimpin figur yang memiliki kredibilitas, kapasitas, dan integritas. Pemilihan ketua baru menjadi momentum menentukan arah pembinaan olahraga di Manado ke depan.

FORUMADIL, Manado — Pemilihan Ketua KONI Manado memasuki tahap krusial, dengan dua nama yang belakangan paling mencuat: Richard Sualang dan Calvin Castro. Masing-masing membawa modal berbeda — satu dari ranah pemerintahan/politik, satu dari aktivisme & komunitas olahraga. Berikut perbandingan keduanya, dengan kelebihan dan tantangan masing-masing.

Richard Sualang — Jembatan Pemerintah & Olahraga, dengan Basis Politiko-Administratif

Kelebihan / Modal Utama

Richard Sualang saat ini menjabat sebagai Wakil Wali Kota Manado — artinya ia sudah memiliki akses ke struktur pemerintahan, jaringan politik dan administrasi pemerintahan kota.

Rekam jejaknya menunjukkan bahwa ia aktif dalam pengelolaan kota: menghadiri rapat anggaran, meninjau infrastruktur dan fasilitas publik, serta terlibat langsung dalam kebijakan anggaran dan pembangunan.

Karena keterlibatannya dalam pemerintahan dan politik, ia relatif memahami seluk-beluk birokrasi dan regulasi — aspek penting bila KONI butuh koordinasi dengan pemerintah kota/daerah terutama soal anggaran dan fasilitas olahraga.

Kekurangan / Tantangan Potensial

Fokus pada administrasi dan pemerintahan bisa membuat kepemimpinannya di KONI lebih politis daripada sportif — ada risiko konflik kepentingan antara jalur politik dan kepentingan atlet / pembinaan olahraga.

Beban jabatan publik (Wali Kota/Wawali) bisa membagi perhatian — sulit memprioritaskan tugas KONI jika sibuk dengan urusan pemerintahan.

Calvin Castro — Figur Baru, Aktivis & Energi Pembaruan

Kelebihan / Modal Utama

Calvin Castro diperkenalkan ke publik sebagai “energi baru” — aktivis muda yang mendapat dukungan sejumlah cabor, dan dianggap mewakili aspirasi pembaruan serta regenerasi dalam tubuh KONI Manado.

Karena bukan bagian dari “politik lama / elit pemerintahan”, ia bisa lebih fleksibel dalam menjalankan kebijakan olahraga, tanpa beban kepentingan birokrasi atau hirarki pemerintahan — potensi untuk mendengar langsung aspirasi atlet dan cabor pemula.

Dukungan terhadap dirinya cukup massif dari kalangan cabor dan tokoh olahraga/non-pemerintah, yang berharap ada pembenahan dalam pembinaan atlet, transparansi, dan perhatian pada cabang olahraga kecil.

Kekurangan / Tantangan Potensial

Rekam jejak formal: latar belakang akademik, pengalaman manajemen olahraga besar, atau track record administratif belum jelas — ini bisa jadi “titik lemah” bila harus memimpin organisasi besar seperti KONI.

Isu Hukum & Kontroversi: Tuduhan Pemerasan terhadap Calvin Castro

Berdasarkan pemberitaan media online, ada tuduhan serius terhadap Calvin Castro — yaitu bahwa ia pernah ditangkap dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT) oleh tim Resmob Polda Sulut atas dugaan pemerasan.

Implikasi bagi Penilaian Kelayakan Calvin Castro sebagai Calon Ketua KONI Manado

Menanggapi isu tersebut, ada sejumlah konsekuensi dan pertimbangan yang relevan bila Calvin diteruskan sebagai calon / dipilih:

Risiko terhadap Kredibilitas & Integritas Organisasi

Karena KONI Manado mengelola dana publik dan hibah, calon dengan reputasi terkait kasus hukum dapat menimbulkan keraguan publik terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan.

Tuduhan pemerasan—khususnya yang melibatkan uang — dapat menjadi beban reputasi bagi organisasi, mempengaruhi kepercayaan cabor, atlet, sponsor, dan publik.

Potensi Konflik Internal & Eksternal

Cabor atau stakeholder olahraga yang peduli pada integritas bisa menolak pimpinan dengan reputasi ambigu — bisa memicu resistensi, friksi, atau bahkan boikot.

Tuntutan Transparansi & Verifikasi oleh Publik

Jika Calvin tetap maju, publik dan media— memiliki hak dan kewajiban untuk meminta klarifikasi: apakah kasus sudah selesai, ada putusan, atau justru masih dalam tahap penyidikan.

Penting ada rekam jejak dokumenter (SPDP, SP3, putusan, kronologi) agar masyarakat bisa menilai objektif, bukan berdasarkan rumor atau opini semata.

Kemungkinan resistensi dari elit olahraga lama, atau dari cabor/pengurus yang lebih nyaman dengan figur “mapan” dan berpengalaman administrasi.

Karena basis dukungan kuat dari kalangan komunitas/politik tertentu — bisa muncul tudingan politisasi atau fragmen internal jika tidak mampu menjembatani berbagai kepentingan.

Implikasi bagi Dunia Olahraga & Publik Manado

Duel ini — bukan sekadar tentang siapa menang — tapi tentang arah baru untuk olahraga Manado:

Jika Sualang terpilih: kemungkinan KONI akan punya kemudahan akses anggaran/fasilitas lewat jalur pemerintahan, tetapi kerap dihadapkan risiko politikisasi organisasi olahraga.

Jika Castro terpilih: ada harapan semangat pembaruan, transparansi, dan perhatian ke akar rumput olahraga — namun besar tantangan untuk membuktikan kapasitas manajerial dan integritas jika organisasi diuji.

Bagi atlet, cabor kecil, dan publik: periode paska-pemilihan akan menjadi momen penting untuk menilai: apakah keputusan ini membuat olahraga Manado benar-benar berkembang — atau sekadar pergantian kursi pengurus.

Catatan Akhir

Pemilihan ini bukan hanya tentang siapa memimpin KONI Manado, tetapi:

“Siapa yang menyiapkan masa depan atlet Manado?”

Karena pada akhirnya, medali, prestasi, dan masa depan atlet—bukan kekuasaan—yang akan menjadi barometer kepemimpinan.

Hak Jawab : Sesuai ketentuan UU Pers Pasal 5 ayat (2), Forum Adil akan membuka ruang bagi Calvin Castro untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan resmi terkait pemberitaan ini.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button