Wabah Campak Meluas di AS–Meksiko
Wabah campak di AS dan Meksiko menegaskan satu hal: vaksinasi bukan pilihan, melainkan kebutuhan kesehatan publik. Ketika kebijakan imunisasi melemah, harga yang dibayar adalah keselamatan generasi paling rentan—anak-anak.

FORUMADIL, Amerika – Wabah campak kembali menghantui kawasan Amerika. Di Amerika Serikat dan Meksiko, penyakit yang sebenarnya dapat dicegah dengan vaksin ini menyebar cepat, menimbulkan ratusan hingga ribuan kasus, serta memaksa otoritas kesehatan mengeluarkan peringatan darurat.
Di Amerika Serikat, negara bagian South Carolina menjadi episentrum wabah campak terbesar dalam beberapa dekade terakhir. Otoritas kesehatan setempat mencatat ratusan kasus terkonfirmasi, mayoritas menyerang anak-anak yang belum mendapatkan vaksin lengkap. Sejumlah pasien bahkan harus dirawat di rumah sakit akibat komplikasi serius seperti pneumonia dan pembengkakan otak.
Sementara itu di Meksiko, negara bagian Jalisco—yang juga menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026—mengumumkan status health alert menyusul lonjakan tajam kasus campak. Pemerintah setempat memberlakukan kebijakan penggunaan masker di sekolah dan mempercepat vaksinasi massal untuk menahan laju penularan.
Penyakit Lama, Ancaman Baru
Campak merupakan penyakit infeksi virus yang sangat menular. Organisasi kesehatan dunia menyebut satu penderita campak dapat menularkan virus ke 12–18 orang lain di sekitarnya. Ambang kekebalan kelompok (herd immunity) hanya dapat tercapai bila cakupan vaksinasi mencapai minimal 95 persen.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, cakupan vaksinasi di sejumlah komunitas di AS dan Meksiko menurun. Faktor utamanya adalah keraguan terhadap vaksin, misinformasi kesehatan, serta dampak pandemi Covid-19 yang mengganggu program imunisasi rutin.
Kondisi ini diperparah oleh tingginya mobilitas penduduk lintas negara, yang membuat virus dengan mudah berpindah dari satu wilayah ke wilayah lain.
Anak-anak Jadi Kelompok Paling Rentan
Data otoritas kesehatan menunjukkan sebagian besar pasien adalah anak-anak usia sekolah. Banyak di antara mereka belum menerima vaksin MMR (measles, mumps, rubella) secara lengkap. Pada kelompok ini, campak bukan sekadar demam dan ruam kulit, tetapi bisa berkembang menjadi komplikasi fatal.
Organisasi Kesehatan Pan-Amerika (PAHO) telah mengeluarkan peringatan regional, menyebut lonjakan kasus campak di kawasan Amerika sebagai kemunduran serius dalam upaya eliminasi campak global.
Alarm bagi Dunia
Para ahli menilai wabah ini bukan hanya masalah lokal, melainkan peringatan global. Campak adalah indikator kuat melemahnya sistem imunisasi suatu negara. Ketika vaksinasi menurun, penyakit yang sebelumnya terkendali bisa kembali menjadi ancaman besar.
“Campak selalu menjadi penyakit pertama yang muncul saat perlindungan vaksinasi runtuh,” kata seorang epidemiolog dalam pernyataan resminya.
Pelajaran bagi Negara Lain
Kasus di AS dan Meksiko menjadi cermin bagi negara-negara lain, termasuk Indonesia. Dengan mobilitas internasional yang tinggi dan arus perjalanan global yang padat, risiko impor kasus selalu ada. Tanpa cakupan imunisasi yang kuat dan merata, wabah serupa bisa terjadi di mana saja.



