BERITA TERBARUPENDIDIKAN

43 Siswa SMK di Manado Kantongi Sertifikat Kerja Konstruksi PUPR

Lulusan SMK kini tak hanya membawa ijazah, tetapi juga sertifikat kompetensi resmi untuk bekerja di proyek nasional.

MANADO – Di ruang pertemuan lantai dua SMKN 2 Manado, Selasa (28 April 2026), suasana tampak berbeda dari biasanya. Bukan sekadar kegiatan sekolah, tetapi sebuah uji kompetensi yang menentukan masa depan puluhan siswa SMK.

Sebanyak 43 siswa dari SMKN 2 Manado dan SMKN 3 Tahuna mengikuti Uji Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi (TKK) Terampil yang digelar Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar, Kementerian PUPR.

Program ini membuat para siswa tidak perlu menunggu ijazah untuk diakui sebagai tenaga kerja konstruksi bersertifikat.

Jembatan Sekolah dan Industri Konstruksi

Program Pemberian Kompetensi Tambahan (PKT) ini menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk mempercepat link and match antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri.

Sertifikasi TKK Terampil menjadi bukti pengakuan negara bahwa peserta didik telah memenuhi standar kerja nasional.

“Kami ingin memangkas jarak antara sekolah dan lapangan. Sertifikasi ini bukan sekadar selembar kertas, tetapi bukti sah kompetensi yang diakui dunia industri,” ujar Affandi Andi Basri, S.T., M.T., perwakilan Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar.

Diuji Standar Nasional, Bukan Sekadar Teori

Para peserta diuji berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Materi yang diujikan mencakup kemampuan teknis dan perilaku kerja di lapangan.

Mulai dari penggunaan alat ukur, membaca gambar kerja, metode pelaksanaan konstruksi, pemahaman Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), hingga etika komunikasi di proyek.

Asesmen dilakukan langsung oleh instruktur bersertifikat yang telah mengikuti Training of Trainer (TOT) PKT pada Februari 2026.

Sekolah: Ini Pintu Masuk Dunia Kerja

Ketua Program Keahlian DPIB SMKN 2 Manado sekaligus ketua panitia, Sesti Timbuleng, S.T., menegaskan bahwa proses sertifikasi dilakukan secara ketat dan profesional.

“Seluruh penguji adalah instruktur tersertifikasi. Jadi kualitas asesmen sudah sesuai standar nasional,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMKN 2 Manado, Tineke Lesar, S.Pd., M.Pd., menyebut sertifikasi ini sebagai “jalan cepat” menuju dunia kerja.

“Kami memfasilitasi penuh agar anak-anak mendapatkan sertifikat ini. Ini pintu masuk mereka ke dunia kerja. Perusahaan kini lebih percaya pada lulusan bersertifikat,” ujarnya.

Dukungan Pemerintah Daerah

Kegiatan ini turut mendapat perhatian Pemerintah Kota Manado. Mewakili Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Manado, Aldrin Tangkere, S.T., M.T., selaku Pembina Jasa Konstruksi, hadir langsung dalam kegiatan tersebut.

Kehadiran pemerintah daerah memperkuat sinyal bahwa sertifikasi tenaga kerja konstruksi kini menjadi bagian penting dari strategi pembangunan SDM daerah.

Sertifikat Nasional, Akses Kerja Nasional

Peserta yang dinyatakan kompeten akan memperoleh Sertifikat Kompetensi TKK Terampil yang teregistrasi di Kementerian PUPR.

Dengan sertifikat ini, lulusan SMK tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga lisensi kompetensi yang diakui untuk bekerja di proyek infrastruktur di seluruh Indonesia.

Ekspansi Program Vokasi PUPR

Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar menyatakan akan memperluas Program PKT dan sertifikasi TKK Terampil ke lebih banyak SMK di Sulawesi Utara.

Langkah ini disebut sebagai bagian dari strategi nasional memperkuat tenaga kerja konstruksi terampil di tengah percepatan pembangunan infrastruktur.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button