Harga Cabai Turun, Bawang Putih Masih Mahal; Ancaman Inflasi Pangan di Sulut Belum Sepenuhnya Reda
Penurunan harga cabai rawit memberi ruang bagi stabilisasi inflasi pangan di Sulawesi Utara. Namun, tingginya harga bawang putih dan bawang merah masih berpotensi menekan daya beli masyarakat apabila berlangsung dalam waktu lama.

MANADO – Tren harga kebutuhan pokok di Sulawesi Utara mulai menunjukkan perbaikan memasuki pekan kedua Juli 2026. Penurunan harga cabai rawit menjadi kabar baik bagi konsumen setelah beberapa pekan berada di level tinggi. Namun, tekanan terhadap inflasi pangan diperkirakan belum sepenuhnya mereda karena harga bawang putih dan bawang merah masih bertahan di atas rata-rata nasional.
Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia hingga 10 Juli 2026 mencatat harga cabai rawit merah di Sulawesi Utara berada di kisaran Rp60.750 per kilogram, turun dibanding awal Juli yang sempat mendekati Rp80 ribu per kilogram.
Di sisi lain, harga bawang putih masih bertahan sekitar Rp56.750 per kilogram, sedangkan bawang merah berada di kisaran Rp53.250 per kilogram. Kedua komoditas tersebut masih diperdagangkan lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional.
Penurunan Cabai Berpotensi Menahan Laju Inflasi
Dalam struktur pengeluaran rumah tangga, komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang termasuk kelompok pangan yang sering memicu perubahan inflasi karena harganya sangat sensitif terhadap pasokan, cuaca, dan distribusi.
Turunnya harga cabai rawit memberi peluang bagi laju inflasi pangan di Sulawesi Utara untuk melambat pada Juli. Namun, manfaat tersebut berpotensi berkurang apabila harga bawang putih dan bawang merah tetap tinggi dalam waktu yang lama.
Selain itu, biaya distribusi antardaerah dan ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah untuk beberapa komoditas juga menjadi faktor yang memengaruhi pembentukan harga di tingkat konsumen.
Daya Beli Masyarakat Masih Menghadapi Tekanan
Meski sebagian harga pangan mulai stabil, daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih. Rumah tangga berpendapatan rendah merupakan kelompok yang paling merasakan dampak kenaikan harga pangan karena sebagian besar pengeluarannya dialokasikan untuk kebutuhan sehari-hari.
Kenaikan harga bawang putih, bawang merah, maupun komoditas lain yang digunakan hampir setiap hari dapat meningkatkan total pengeluaran rumah tangga, terutama apabila tidak diimbangi dengan peningkatan pendapatan.
Sebaliknya, penurunan harga cabai diharapkan dapat mengurangi beban belanja masyarakat, khususnya pelaku usaha kuliner, pedagang makanan, dan rumah tangga yang mengonsumsi cabai dalam jumlah besar.
Beras dan Protein Hewani Relatif Stabil
Komoditas strategis lainnya masih menunjukkan pergerakan yang relatif terkendali. Harga beras berada pada kisaran Rp15.850–Rp17.050 per kilogram, sedangkan daging sapi sekitar Rp153.750 per kilogram.
Daging ayam ras diperdagangkan sekitar Rp35.600 per kilogram, telur ayam ras sekitar Rp29.400 per kilogram, minyak goreng curah Rp17.400 per liter, minyak goreng kemasan Rp23.250–Rp23.450 per liter, dan gula pasir sekitar Rp18.650 per kilogram.
Stabilnya kelompok komoditas tersebut membantu menjaga tekanan inflasi agar tidak meningkat lebih tajam.
Pemerintah Perlu Menjaga Pasokan
Pengamat ekonomi menilai stabilitas harga pangan tidak hanya ditentukan oleh hasil panen, tetapi juga kelancaran distribusi, kecukupan stok, dan efektivitas intervensi pasar ketika terjadi lonjakan harga.
Karena itu, pemerintah daerah bersama instansi terkait perlu terus memantau ketersediaan pasokan, memperkuat distribusi dari sentra produksi, serta mengoptimalkan operasi pasar apabila terjadi kenaikan harga yang berpotensi mengganggu daya beli masyarakat.
Dengan pasokan yang terjaga dan distribusi yang lancar, harga pangan di Sulawesi Utara diharapkan semakin stabil pada paruh kedua Juli sehingga inflasi tetap terkendali dan konsumsi rumah tangga sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah dapat terus terjaga.
Daftar Harga Kebutuhan Pokok Sulawesi Utara
| Komoditas | Harga |
|---|---|
| 🌾 Beras | Rp15.850/kg |
| 🌾 Beras Super I | Rp17.050/kg |
| 🌾 Beras Super II | Rp16.800/kg |
| 🧅 Bawang Merah | Rp53.250/kg |
| 🧄 Bawang Putih | Rp56.750/kg |
| 🌶️ Cabai Merah | Rp29.400/kg |
| 🌶️ Cabai Rawit Merah | Rp60.750/kg |
| 🥩 Daging Sapi | Rp153.750/kg |
| 🍗 Daging Ayam Ras | Rp35.600/kg |
| 🥚 Telur Ayam Ras | Rp29.400/kg |
| 🛢️ Minyak Goreng Curah | Rp17.400/liter |
| 🛢️ Minyak Goreng Kemasan | Rp23.250–Rp23.450/liter |
| 🍚 Gula Pasir | Rp18.650/kg |
Sumber: PIHPS Bank Indonesia (data pembaruan terakhir 10 Juli 2026, digunakan sebagai acuan untuk publikasi 11 Juli 2026).



