BERITA TERBARUNASIONAL

Rupiah Masih Tertekan di Atas Rp18.000 per Dolar AS, Harga Emas Bertahan Tinggi pada 11 Juli 2026

Penguatan dolar AS masih membayangi pergerakan rupiah, sementara harga emas dari Antam, Galeri24, UBS, dan Lotus Archi tetap bertahan di level tinggi seiring meningkatnya minat terhadap aset aman.

JAKARTA – Nilai tukar rupiah masih berada di bawah tekanan pada perdagangan Sabtu, 11 Juli 2026. Meski pasar valuta asing domestik memasuki akhir pekan, kurs acuan terakhir menunjukkan dolar Amerika Serikat (AS) tetap bertahan di atas level Rp18.000, menandakan penguatan mata uang Negeri Paman Sam masih berlanjut.

Berdasarkan kurs referensi perbankan nasional, dolar AS bergerak di kisaran Rp18.060–Rp18.080. Sementara itu, sejumlah mata uang utama dunia juga menunjukkan penguatan terhadap rupiah, mencerminkan sentimen global yang masih berhati-hati terhadap prospek ekonomi dan arah kebijakan suku bunga bank sentral utama dunia.

Kondisi tersebut membuat rupiah belum mampu keluar dari tekanan yang telah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir. Pelaku pasar masih mencermati perkembangan ekonomi Amerika Serikat, termasuk peluang perubahan kebijakan suku bunga yang berpotensi memengaruhi arus modal ke negara berkembang.

Mata Uang Asing Masih Menguat

Selain dolar AS, mata uang utama lainnya juga diperdagangkan pada level yang relatif tinggi terhadap rupiah.

  • Dolar AS (USD): Rp18.060–Rp18.080
  • Dolar Singapura (SGD): Rp13.980–Rp14.020
  • Dolar Australia (AUD): Rp12.530–Rp12.590
  • Euro (EUR): Rp20.650–Rp20.710
  • Pound Sterling (GBP): Rp24.220–Rp24.310
  • Yen Jepang (JPY): Rp111–Rp113 per 100 yen
  • Yuan China (CNY): Rp2.640–Rp2.690
  • Ringgit Malaysia (MYR): Rp4.390–Rp4.440

Penguatan mata uang utama tersebut mengindikasikan bahwa tekanan eksternal terhadap rupiah masih cukup besar, terutama akibat tingginya permintaan terhadap dolar AS sebagai aset likuid global.

Harga Emas Tetap Bertahan Tinggi

Di tengah pergerakan rupiah yang masih lemah, harga emas batangan di Indonesia tetap berada pada level tinggi. Kondisi ini menunjukkan emas masih menjadi pilihan investor sebagai instrumen lindung nilai (safe haven).

Berdasarkan pembaruan harga Sabtu, 11 Juli 2026, tercatat:

PenyediaHarga Jual 1 GramBuyback
AntamRp2.674.000Rp2.458.000
Galeri24Rp2.629.000Rp2.458.000
UBSRp2.641.000Rp2.458.000
Lotus ArchiRp2.554.000Rp2.458.000

Harga jual emas Antam masih menjadi yang tertinggi di antara empat penyedia utama, sedangkan Lotus Archi menawarkan harga jual paling rendah untuk ukuran satu gram.

Investor Masih Memilih Aset Aman

Bertahannya harga emas di atas Rp2,5 juta per gram memperlihatkan bahwa minat investor terhadap logam mulia belum surut. Ketidakpastian ekonomi global, volatilitas pasar keuangan, dan pelemahan nilai tukar rupiah menjadi faktor yang mendorong permintaan terhadap emas.

Dalam jangka pendek, pergerakan rupiah diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global. Selama dolar AS tetap kuat dan sentimen pasar belum berubah signifikan, ruang penguatan rupiah diperkirakan masih terbatas.

Data Singkat

Kurs Mata Uang Asing

  • USD : Rp18.060–Rp18.080
  • SGD : Rp13.980–Rp14.020
  • AUD : Rp12.530–Rp12.590
  • EUR : Rp20.650–Rp20.710
  • GBP : Rp24.220–Rp24.310
  • JPY : Rp111–Rp113/100 yen
  • CNY : Rp2.640–Rp2.690
  • MYR : Rp4.390–Rp4.440

Harga Emas

  • Antam : Rp2.674.000
  • Galeri24 : Rp2.629.000
  • UBS : Rp2.641.000
  • Lotus Archi : Rp2.554.000

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button