Harga Pangan Sulawesi Utara 5 September 2026: Rica Rp110 Ribu, di Atas Rata-rata Nasional
Pantauan Pasar Bersehati Manado menunjukkan harga rica dari Gorontalo dan Kotamobagu mencapai Rp110 ribu per kilogram. Angka ini sekitar 32 persen lebih tinggi dibanding harga cabai rawit merah nasional pada 4 September. Bawang merah masih bergerak dalam rentang Rp35–45 ribu per kilogram.

MANADO — Harga sejumlah kebutuhan pokok di Sulawesi Utara memasuki Sabtu, 5 September 2026, masih menunjukkan tekanan pada komoditas hortikultura, terutama cabai rawit atau rica.
Pantauan harga di Pasar Jengki Bersehati Manado pada Jumat, 4 September 2026, menunjukkan harga rica dari Gorontalo dan Kotamobagu mencapai Rp110.000 per kilogram. Sementara rica asal Makassar berada lebih rendah, yakni Rp70.000 per kilogram.
Pada periode yang sama, harga cabai rawit merah secara nasional berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia berada di Rp83.050 per kilogram.
Dengan demikian, rica asal Gorontalo dan Kotamobagu di Pasar Bersehati berada sekitar Rp26.950 per kilogram atau 32,5 persen di atas harga nasional.
Angka tersebut memperlihatkan bahwa persoalan harga rica di Sulawesi Utara bukan semata-mata kenaikan harga nasional. Ada persoalan lain yang lebih lokal: pasokan, asal komoditas, biaya distribusi dan keseimbangan antara permintaan dengan ketersediaan barang.
Rica Menjadi Titik Panas Harga Pangan
Rica merupakan salah satu komoditas yang paling mencolok dalam pantauan harga pangan Sulawesi Utara.
Di Pasar Bersehati, harga cabai rawit terbagi cukup lebar berdasarkan daerah asal:
| Asal Rica | Harga per kg |
|---|---|
| Gorontalo | Rp110.000 |
| Kotamobagu | Rp110.000 |
| Makassar | Rp70.000 |
| Nasional – cabai rawit merah | Rp83.050 |
Data pasar Manado menunjukkan selisih harga yang cukup tajam. Rica dari Makassar justru Rp13.050 lebih murah dibanding rata-rata nasional PIHPS, sedangkan rica dari Gorontalo dan Kotamobagu Rp26.950 lebih mahal.
Artinya, konsumen di Manado tidak menghadapi satu harga rica. Mereka menghadapi pasar yang terfragmentasi berdasarkan sumber pasokan.
Perbedaan tersebut penting karena dapat menjadi petunjuk bahwa biaya distribusi, pasokan lokal dan ketersediaan komoditas ikut menentukan harga di tingkat konsumen.
Bawang Merah Masih Dalam Rentang Nasional
Bawang merah menunjukkan kondisi berbeda.
Pantauan Pasar Bersehati mencatat bawang merah asal Magelang sekitar Rp35.000 per kilogram, sedangkan bawang merah asal Bima berada pada kisaran Rp40.000–45.000 per kilogram.
Sebagai pembanding, PIHPS pada 4 September mencatat harga bawang merah nasional sebesar Rp38.450 per kilogram.
| Komoditas | Harga Sulut/Manado | Nasional | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Rica asal Gorontalo | Rp110.000/kg | Rp83.050/kg | 32,5% lebih tinggi |
| Rica asal Kotamobagu | Rp110.000/kg | Rp83.050/kg | 32,5% lebih tinggi |
| Rica asal Makassar | Rp70.000/kg | Rp83.050/kg | 15,7% lebih rendah |
| Bawang merah Magelang | Rp35.000/kg | Rp38.450/kg | 9,0% lebih rendah |
| Bawang merah Bima | Rp40.000–45.000/kg | Rp38.450/kg | Sedikit lebih tinggi |
Perbandingan ini memperlihatkan kontras yang menarik. Rica memiliki disparitas harga yang jauh lebih lebar, sedangkan bawang merah relatif berada di sekitar harga nasional.
Harga Beras Premium Menembus Rp19 Ribu
Tekanan harga tidak hanya terlihat pada komoditas cabai.
Beras premium Superwin Super di Pasar Bersehati berada pada kisaran Rp18.000–19.000 per kilogram. Dua Merpati Rp18.000 per kilogram, sementara Membramo berada pada Rp17.500–18.000 per kilogram.
Beras Pulo tercatat lebih tinggi, mencapai Rp26.000 per kilogram.
Untuk beras SPHP, pantauan pasar mencatat Rp62.500 per kemasan 5 kilogram, atau setara Rp12.500 per kilogram.
Perbedaan antara beras program SPHP dengan beras premium menunjukkan bahwa konsumen menghadapi rentang harga yang cukup lebar tergantung jenis dan merek.
Ayam dan Daging Relatif Stabil
Harga daging ayam ras berada pada kisaran Rp38.000–40.000 per kilogram.
Daging sapi tercatat Rp130.000 per kilogram, sedangkan daging babi berada pada kisaran Rp85.000–90.000 per kilogram.
Untuk telur ayam ras, harga telur ukuran kecil mencapai Rp50.000 per baki, sedangkan telur campur berada pada Rp60.000–62.000 per baki.
Komoditas tersebut belum menunjukkan lonjakan setajam rica dalam pantauan Pasar Bersehati.
Bawang Putih Rp40 Ribu, Tomat Masih Rp6–8 Ribu
Bawang putih berada pada kisaran Rp38.000–40.000 per kilogram.
Sementara harga tomat relatif jauh lebih rendah, yakni Rp6.000–8.000 per kilogram.
Gula pasir berada di Rp20.000 per kilogram.
Minyak goreng curah tercatat Rp22.000 per kilogram. Minyak Kita berada di Rp18.000 per liter, sedangkan minyak Rizki Rp19.000 per liter.
Harga tepung terigu juga masih bervariasi berdasarkan merek dan bentuk penjualan, dengan tepung Kencana Merah curah Rp9.000 per kilogram, Kompas Rp12.000, Gatot Rp11.000 dan Ship Rp10.000 per kilogram.
Tabel Harga Kebutuhan Pokok Manado
| Komoditas | Harga |
|---|---|
| Beras SPHP | Rp62.500/5 kg |
| Beras Superwin Super | Rp18.000–19.000/kg |
| Beras Dua Merpati | Rp18.000/kg |
| Beras Membramo | Rp17.500–18.000/kg |
| Beras Pulo | Rp26.000/kg |
| Ayam ras | Rp38.000–40.000/kg |
| Daging sapi | Rp130.000/kg |
| Daging babi | Rp85.000–90.000/kg |
| Telur ayam kecil | Rp50.000/baki |
| Telur ayam campur | Rp60.000–62.000/baki |
| Bawang merah | Rp35.000–45.000/kg |
| Bawang putih | Rp38.000–40.000/kg |
| Cabai merah keriting | Rp90.000/kg |
| Rica Gorontalo | Rp110.000/kg |
| Rica Kotamobagu | Rp110.000/kg |
| Rica Makassar | Rp70.000/kg |
| Tomat | Rp6.000–8.000/kg |
| Minyak goreng curah | Rp22.000/kg |
| Minyak Kita | Rp18.000/liter |
| Gula pasir | Rp20.000/kg |
Apa Arti Angka Rp110 Ribu?
Jika harga cabai rawit merah nasional berada di Rp83.050 per kilogram, harga Rp110.000 di Pasar Bersehati tidak bisa dibaca sekadar sebagai “harga cabai sedang mahal”.
Selisih Rp26.950 per kilogram menunjukkan adanya premi harga lokal sekitar 32,5 persen terhadap angka nasional.
Namun, perbandingan tersebut perlu dibaca hati-hati. Harga nasional PIHPS merupakan angka agregat nasional, sedangkan harga Pasar Bersehati adalah harga pada satu lokasi pasar dan dibedakan berdasarkan asal barang.
Karena itu, perbandingan tersebut bukan berarti pedagang Manado menjual rica 32,5 persen lebih mahal dari seluruh pedagang Indonesia.
Yang lebih tepat adalah: harga rica tertentu yang dipantau di Pasar Bersehati berada 32,5 persen di atas rata-rata harga cabai rawit merah nasional pada tanggal pembanding.
Perbedaan ini justru menjadi indikator yang layak diperiksa lebih jauh.
Bukan Sekadar Inflasi
Persoalan harga rica menjadi semakin penting karena Badan Pusat Statistik Sulawesi Utara sebelumnya menyebut kenaikan harga cabai rawit dan kangkung menjadi salah satu pendorong inflasi Sulut pada Agustus 2026.
BPS mencatat inflasi tahunan Sulawesi Utara pada Agustus 2026 sebesar 3,99 persen, dengan cabai rawit termasuk komoditas yang memberikan tekanan terhadap inflasi.
Dengan kondisi tersebut, harga rica Rp110.000 per kilogram pada awal September perlu dibaca sebagai bagian dari rantai persoalan yang lebih panjang.
Ketika komoditas yang sangat sering digunakan rumah tangga mengalami kenaikan, dampaknya tidak berhenti pada pedagang pasar. Kenaikan tersebut dapat merembet ke biaya konsumsi rumah tangga dan pada akhirnya mempengaruhi daya beli.



