BERITA TERBARUSULUT

Harga Pangan Akhir Mei 2026 Masih Fluktuatif, Cabai dan Bawang Bertahan Tinggi di Sulawesi Utara

Pasca-Iduladha 2026, sejumlah komoditas hortikultura nasional masih mengalami tekanan harga akibat distribusi dan pasokan yang belum stabil.

MANADO — Pergerakan harga kebutuhan pokok nasional pada akhir Mei 2026 masih menunjukkan fluktuasi di sejumlah komoditas strategis, khususnya kelompok hortikultura seperti cabai dan bawang. Meski perayaan Iduladha 1447 Hijriah telah berlangsung pada 27 Mei 2026, tekanan harga di pasar tradisional masih terasa akibat tingginya aktivitas konsumsi beberapa hari terakhir dan belum stabilnya distribusi pasokan.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan stok pangan nasional secara umum masih dalam kondisi aman. Pemerintah juga tetap menjaga kestabilan harga beras subsidi SPHP yang dipertahankan di kisaran Rp12.500 per kilogram untuk wilayah Sulawesi dan Jawa sebagai langkah pengendalian inflasi pangan.

Secara nasional, harga beras medium berada di rentang Rp12.200 hingga Rp13.500 per kilogram, sedangkan beras premium dijual sekitar Rp14.300 sampai Rp15.500 per kilogram. Harga minyak goreng curah berkisar Rp19 ribu hingga Rp21.750 per kilogram, sementara minyak goreng kemasan bergerak antara Rp18 ribu hingga Rp28.400 per liter tergantung merek dan wilayah distribusi.

Komoditas hortikultura masih menjadi penyumbang utama kenaikan harga. Cabai rawit merah di beberapa daerah tercatat berada pada kisaran Rp65 ribu hingga Rp84 ribu per kilogram. Sementara bawang merah bergerak fluktuatif antara Rp45 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram akibat distribusi yang belum sepenuhnya normal pasca-peningkatan permintaan hari raya.

Harga di Sulawesi Utara Masih Bertahan Tinggi

Di Sulawesi Utara, khususnya berdasarkan pantauan perdagangan di Pasar Bersehati Manado, harga sejumlah komoditas utama masih berada pada level tinggi. Pedagang menyebut kelompok “barito” atau bawang, rica, dan tomat masih menjadi komoditas yang paling sensitif terhadap perubahan pasokan.

Harga cabai rawit atau rica saat ini berada di kisaran Rp65 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram. Cabai merah keriting dijual sekitar Rp60 ribu per kilogram, sedangkan bawang merah super dan sedang berada di rentang Rp40 ribu hingga Rp44 ribu per kilogram.

Untuk kebutuhan pangan lainnya, bawang putih dijual sekitar Rp40 ribu per kilogram dan tomat berada di kisaran Rp15 ribu per kilogram.

Harga beras SPHP Bulog di Sulawesi Utara masih stabil pada Rp62.500 per kemasan lima kilogram atau setara Rp12.500 per kilogram. Sementara beras premium seperti Superwin, Pandan Wangi, dan Bunaken dijual antara Rp16 ribu hingga Rp16.500 per kilogram.

Di sektor protein hewani, harga daging sapi bertahan pada Rp135 ribu per kilogram. Daging ayam ras berada di kisaran Rp37 ribu hingga Rp39 ribu per kilogram, sedangkan daging babi dijual sekitar Rp90 ribu per kilogram.

Telur ayam ras tercatat berada pada kisaran Rp32.500 hingga Rp33 ribu per kilogram. Sementara gula pasir dijual sekitar Rp19 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) disebut terus melakukan intervensi pasar untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan pasokan pangan tetap tersedia bagi masyarakat.

Pengamat ekonomi daerah menilai, meski momentum Iduladha telah lewat, harga pangan biasanya membutuhkan waktu beberapa hari hingga pekan untuk kembali stabil karena adanya penyesuaian distribusi dan permintaan pasar.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button