BERITA TERBARUSULUT

Harga Kopra Sulut Awal Juni 2026 Bergerak di Kisaran Rp14 Ribu–Rp17 Ribu per Kilogram, Industri Minyak Kelapa dan VCO Masih Jadi Penopang

Pantauan pasar komoditas kelapa di Sulawesi Utara menunjukkan harga kopra masih bertahan di level yang menguntungkan petani, meski belum kembali ke puncak harga tahun sebelumnya yang sempat menembus Rp20 ribu per kilogram.

SULUT – Memasuki awal Juni 2026, harga kopra di sejumlah sentra perdagangan kelapa di Sulawesi Utara terpantau bergerak pada kisaran Rp14.000 hingga Rp17.300 per kilogram, tergantung kualitas kopra, kadar air, lokasi penjualan, serta tujuan pemasaran ke gudang maupun industri pengolahan.

Berdasarkan pantauan perdagangan komoditas kelapa di wilayah Manado, Bitung, Amurang, hingga Minahasa Selatan, harga di tingkat pengepul umumnya berada pada kisaran Rp14.000–Rp16.500 per kilogram. Sementara harga di tingkat gudang dan pabrik pengolahan berada pada rentang Rp15.500–Rp17.300 per kilogram.

Di kawasan Calaca, Manado, yang menjadi salah satu pusat perdagangan kopra terbesar di Sulawesi Utara, harga sempat bertahan di angka Rp17.300 per kilogram pada Februari 2026 sebelum mengalami fluktuasi mengikuti kondisi pasar dan pasokan bahan baku.

Pantauan Harga Kopra Sulawesi Utara per 1 Juni 2026

Berikut kisaran harga perdagangan yang terpantau di sejumlah wilayah:

  • Manado (Calaca): Rp16.000 – Rp17.300/kg (gudang), Rp14.800 – Rp16.500/kg (pengepul)
  • Bitung: Rp15.800 – Rp17.200/kg (gudang/pabrik), Rp14.500 – Rp16.300/kg (pengepul)
  • Amurang: Rp15.500 – Rp17.000/kg (gudang), Rp14.500 – Rp16.000/kg (pengepul)
  • Minahasa Selatan: Rp15.300 – Rp16.800/kg (gudang), Rp14.000 – Rp15.800/kg (pengepul)

Harga tersebut masih berada di bawah level tertinggi yang pernah terjadi pada periode sebelumnya ketika kopra sempat diperdagangkan di atas Rp20.000 per kilogram. Bahkan beberapa laporan pasar mencatat harga pernah menyentuh kisaran Rp21.000 per kilogram saat permintaan industri minyak kelapa meningkat tajam.

Industri Minyak Kelapa dan VCO Tetap Menjaga Permintaan

Meski harga kopra mengalami fluktuasi, sektor hilirisasi kelapa di Sulawesi Utara masih menjadi penopang utama permintaan bahan baku.

Kopra tetap menjadi bahan utama produksi minyak kelapa mentah (Crude Coconut Oil/CCO), minyak goreng kelapa tradisional, hingga produk bernilai tambah seperti Virgin Coconut Oil (VCO) yang memiliki pasar ekspor cukup luas.

Permintaan dari industri minyak kelapa dan VCO dinilai masih cukup stabil sepanjang semester pertama 2026, sehingga membantu menjaga harga kopra agar tetap berada di atas level psikologis Rp10.000 per kilogram yang dianggap menguntungkan bagi sebagian besar petani kelapa.

Selain kebutuhan industri pangan, produk turunan kelapa juga banyak digunakan dalam sektor kosmetik, farmasi, hingga produk kesehatan berbasis minyak nabati.

Petani Masih Menunggu Penguatan Harga

Sejumlah petani kelapa di Sulawesi Utara berharap harga kopra dapat kembali menguat pada semester kedua tahun ini seiring membaiknya permintaan ekspor dan meningkatnya kebutuhan industri pengolahan.

Pelaku usaha menilai pergerakan harga dalam beberapa bulan ke depan akan sangat dipengaruhi oleh kondisi pasar minyak kelapa dunia, nilai tukar rupiah, biaya distribusi, serta volume produksi dari sentra-sentra kelapa di Indonesia.

Meski belum kembali ke masa keemasan saat harga menembus Rp20.000 per kilogram, posisi harga saat ini masih dianggap relatif stabil dan cukup menjaga perputaran ekonomi masyarakat di daerah penghasil kelapa seperti Minahasa Selatan, Minahasa Utara, Bitung, dan Kota Manado.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button