BERITA TERBARUSULUT

Harga Pangan Mulai Bergerak Jelang Idul Adha, Rica dan Daging Jadi Sorotan Nasional hingga Sulawesi Utara

Permintaan meningkat menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah mulai mendorong kenaikan harga cabai, bawang, hingga daging sapi. Di Sulawesi Utara, rica kembali menjadi komoditas paling sensitif.

MANADO, 25 Mei 2026 – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang diperkirakan jatuh pada 27 Mei 2026, pergerakan harga kebutuhan pokok nasional mulai menunjukkan tren kenaikan khas momentum hari besar keagamaan. Sejumlah komoditas strategis, terutama kelompok cabai dan daging sapi, mulai merangkak naik akibat meningkatnya permintaan masyarakat serta gangguan pasokan yang dipengaruhi faktor cuaca.

Pantauan harga pangan nasional per 25 Mei 2026 menunjukkan lonjakan paling signifikan terjadi pada cabai rawit merah. Harga rata-rata nasional kini berada di kisaran Rp73.500 per kilogram, bahkan di sejumlah daerah eceran dilaporkan sudah menyentuh Rp80 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram.

Tak hanya cabai rawit, cabai merah keriting juga mengalami kenaikan ke level Rp54.900 hingga Rp60 ribu per kilogram. Sementara bawang merah bertahan di kisaran Rp48.350 per kilogram dan bawang putih ukuran sedang berada di rentang Rp39.300 hingga Rp43 ribu per kilogram.

Kondisi ini menandakan tekanan inflasi pangan mulai terasa lebih awal menjelang Idul Adha. Permintaan rumah tangga, pedagang kuliner, hingga pelaku usaha katering diperkirakan akan terus meningkat dalam dua pekan ke depan.

Di sektor protein hewani, harga daging sapi kualitas I nasional mulai bergerak naik ke kisaran Rp148.300 hingga Rp150 ribu per kilogram. Kenaikan ini dinilai wajar karena kebutuhan konsumsi masyarakat dan persiapan hewan kurban mulai meningkat menjelang hari raya.

Sementara itu, harga daging ayam ras segar berada pada kisaran Rp38.850 hingga Rp45 ribu per kilogram tergantung wilayah distribusi. Telur ayam ras masih relatif stabil di angka Rp28 ribu per kilogram.

Untuk kelompok bahan pangan utama, harga beras nasional masih cenderung tertahan. Beras medium I berada di kisaran Rp16.150 per kilogram, sedangkan beras kualitas super I naik tipis menjadi Rp17.450 per kilogram.

Adapun minyak goreng curah dijual sekitar Rp20.600 per kilogram, minyak goreng kemasan bermerek Rp23.900 per kilogram, dan gula pasir lokal berada di kisaran Rp19.100 per kilogram.

Pemerintah daerah di berbagai wilayah mulai mengantisipasi potensi lonjakan harga dengan menyiapkan operasi pasar, distribusi pangan murah, hingga memastikan stok hewan kurban tetap aman selama periode Idul Adha.

Sulawesi Utara: Rica Kembali Jadi Penentu Gejolak Pasar

Khusus di Sulawesi Utara, pergerakan harga pangan juga mulai menunjukkan pola kenaikan, terutama pada komoditas bumbu dapur yang sangat dipengaruhi distribusi antarwilayah.

Berdasarkan pantauan di pasar tradisional utama seperti Pasar Bersehati Manado per 25 Mei 2026, harga cabai rawit atau rica kini berada di kisaran Rp70 ribu per kilogram. Harga tersebut naik perlahan dibanding pekan sebelumnya yang masih berkisar Rp60 ribu per kilogram.

Berkurangnya pasokan dari daerah sentra produksi seperti Kotamobagu dan Gorontalo akibat faktor cuaca disebut menjadi salah satu penyebab utama kenaikan rica di Sulawesi Utara.

Cabai merah keriting di Sulut juga bergerak di kisaran Rp55 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram. Sedangkan bawang merah dijual antara Rp42 ribu sampai Rp50 ribu per kilogram tergantung kualitas dan ukuran.

Untuk bawang putih, harga masih berada di rentang Rp36 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram. Sementara tomat, komoditas yang juga sangat sensitif terhadap cuaca, berada di kisaran Rp12 ribu hingga Rp18 ribu per kilogram.

Pada kelompok protein hewani, harga daging sapi di Sulawesi Utara relatif masih lebih rendah dibanding rata-rata nasional, yakni berada di kisaran Rp130 ribu hingga Rp135 ribu per kilogram. Namun pedagang memperkirakan harga akan terus bergerak naik mendekati H-1 Idul Adha.

Daging ayam ras dijual sekitar Rp38 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram, sedangkan telur ayam ras berada di kisaran Rp33 ribu per kilogram atau sekitar Rp60 ribu hingga Rp70 ribu per baki tergantung ukuran.

Khusus untuk konsumsi lokal masyarakat Sulawesi Utara, harga daging babi saat ini terpantau berada di kisaran Rp90 ribu per kilogram.

Di sektor pangan utama, beras SPHP Bulog masih dijual sesuai harga eceran tertinggi yakni Rp62.500 per karung lima kilogram. Sedangkan beras premium lokal seperti Superwin, Pandan Wangi, dan Temo berada di kisaran Rp16 ribu hingga Rp16.500 per kilogram.

Harga Minyakita di Sulawesi Utara saat ini berada di sekitar Rp18 ribu per liter, minyak goreng curah Rp19 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram, dan gula pasir berkisar Rp19 ribu sampai Rp20 ribu per kilogram.

Cuaca dan Distribusi Jadi Faktor Utama

Pengamat pasar menilai gejolak harga pangan menjelang Idul Adha tahun ini masih didominasi faktor cuaca dan distribusi antarwilayah. Komoditas hortikultura seperti rica dan tomat menjadi yang paling rentan mengalami lonjakan mendadak.

Jika distribusi dari sentra produksi terganggu akibat hujan atau cuaca ekstrem, maka harga di pasar tradisional Sulawesi Utara bisa melonjak dalam waktu singkat.

Masyarakat yang mulai mempersiapkan kebutuhan Idul Adha pun disarankan mencicil pembelian bahan pangan tahan lama sejak sekarang untuk mengantisipasi kenaikan harga yang lebih tinggi pada awal Juni mendatang.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button