Harga Cabai Rawit di Sulut Masih Tertinggi, Bawang Merah Bertahan Mahal pada 4 Juli 2026
Cabai Rawit Masih Menjadi Penyumbang Inflasi Pangan

MANADO – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Sulawesi Utara pada Sabtu (4/7/2026) masih menunjukkan fluktuasi. Komoditas hortikultura, khususnya cabai rawit merah dan bawang merah, tetap menjadi penyumbang utama tingginya harga pangan di tingkat konsumen.
Berdasarkan data terbaru yang tersedia hingga 3 Juli 2026, harga cabai rawit merah di Sulawesi Utara masih berada di kisaran Rp78.150 per kilogram, menjadikannya komoditas dengan harga tertinggi dibandingkan bahan pokok lainnya. Sementara itu, bawang merah bertahan di kisaran Rp54.750 per kilogram, sedangkan bawang putih sekitar Rp46.150 per kilogram.
Meski demikian, beberapa komoditas mulai menunjukkan kecenderungan stabil, terutama beras, gula pasir, serta minyak goreng curah.
Harga Daging dan Telur Cenderung Stabil
Komoditas protein hewani relatif tidak mengalami perubahan signifikan.
Harga daging sapi berada di kisaran Rp153.750 per kilogram, daging ayam ras sekitar Rp36.850 per kilogram, sedangkan telur ayam ras diperdagangkan sekitar Rp29.400 per kilogram.
Untuk kelompok minyak goreng, harga minyak goreng curah berkisar Rp17.400 per liter, sementara minyak goreng kemasan berada pada rentang Rp23.250 hingga Rp23.450 per liter.
Daftar Harga Kebutuhan Pokok Sulawesi Utara
| Komoditas | Harga |
|---|---|
| Beras | Rp15.850/kg |
| Beras Super I | Rp17.050/kg |
| Beras Super II | Rp16.800/kg |
| Bawang Merah | Rp54.750/kg |
| Bawang Putih | Rp46.150/kg |
| Cabai Merah | Rp37.250/kg |
| Cabai Rawit Merah | Rp78.150/kg |
| Daging Sapi | Rp153.750/kg |
| Daging Ayam Ras | Rp36.850/kg |
| Telur Ayam Ras | Rp29.400/kg |
| Minyak Goreng Curah | Rp17.400/liter |
| Minyak Goreng Kemasan | Rp23.250–23.450/liter |
| Gula Pasir | Rp18.600/kg |
*Sumber: PIHPS Bank Indonesia (data terakhir tersedia 3 Juli 2026).
Pasar Bersehati Masih Jadi Barometer Harga
Pergerakan harga di Pasar Bersehati Manado masih menjadi acuan utama perkembangan harga pangan di Sulawesi Utara. Dalam beberapa pekan terakhir, pedagang menyebut pasokan komoditas hortikultura masih dipengaruhi kondisi cuaca dan distribusi dari sentra produksi, sehingga harga cabai dan bawang belum kembali ke level normal.
Prospek Pekan Depan
Apabila pasokan dari sentra produksi di Minahasa, Modoinding, dan daerah pemasok lainnya kembali lancar, harga cabai serta bawang diperkirakan mulai mengalami koreksi secara bertahap. Namun, selama permintaan tetap tinggi dan distribusi belum sepenuhnya normal, kedua komoditas tersebut diperkirakan masih menjadi penyumbang utama inflasi pangan di Sulawesi Utara.



