BERITA TERBARUDUNIA

BANJIR BESAR LANDA FUJIAN DAN ZHEJIANG, RIBUAN TERJEBAK AKIBAT HUJAN EKSTREM TYPHOON SAUDEL

Lebih dari 2.500 guru dan siswa terjebak di Wenzhou. Drone dikerahkan mengirim makanan dan air, sementara banjir merendam kendaraan dan menggenangi jalan di Fuding.

FUZHOU/WENZHOU, 3 September 2026 — Hujan ekstrem yang dipicu Typhoon Saudel melanda sejumlah wilayah di pesisir timur dan tenggara China. Fujian dan Zhejiang menjadi dua provinsi yang menghadapi dampak serius, mulai dari banjir, gangguan aktivitas masyarakat, hingga evakuasi dan penutupan sekolah.

Di Wenzhou, Provinsi Zhejiang, lebih dari 2.500 guru dan siswa terjebak di sebuah kompleks sekolah pada Rabu, 2 September, setelah hujan ekstrem menyebabkan banjir di kawasan dataran rendah.

Otoritas setempat kemudian menggunakan drone untuk mengirimkan pasokan makanan dan air minum kepada mereka yang terisolasi. Peristiwa tersebut menjadi salah satu gambaran paling dramatis dari dampak hujan ekstrem yang menyertai Saudel.

BANJIR RENDAM JALAN DAN KENDARAAN DI FUDING

Di Provinsi Fujian, Kota Fuding di Ningde juga dilanda banjir. Rekaman visual yang beredar menunjukkan air berwarna cokelat mengalir deras melalui jalan-jalan rendah, merendam kendaraan dan membawa material serta puing.

Laporan Reuters menyebut aktivitas pekerjaan, kegiatan industri dan sekolah di Fuding dihentikan sejak Rabu untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem. Sejumlah sekolah di Zhangzhou dan Quanzhou juga ditutup.

China Daily melaporkan hujan deras turut menyebabkan gangguan di sejumlah wilayah Fujian. Aktivitas sekolah, pekerjaan, kegiatan usaha dan pasar dihentikan di sejumlah daerah yang terdampak.

SAUDEL MENDARAT UNTUK KETIGA KALINYA

Perhatian terhadap Saudel semakin besar karena badai tersebut kembali menguat setelah sebelumnya melemah.

Pada Kamis, 3 September sekitar pukul 06.30 waktu setempat, Saudel melakukan pendaratan ketiga di China, kali ini di pesisir Kabupaten Zhangpu, Kota Zhangzhou, Provinsi Fujian.

Menurut Xinhua, Saudel merupakan topan ke-18 tahun 2026 dan saat mendarat memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 23 meter per detik di dekat pusatnya. Sebelumnya, pada 28 Agustus, Saudel telah melakukan dua kali pendaratan di pesisir Zhejiang.

Setelah bergerak kembali ke wilayah Laut China Selatan dan memperoleh energi tambahan, sistem badai tersebut kembali menguat sebelum akhirnya mencapai Fujian.

RISIKO BANJIR DAN LONGSOR MASIH MENGANCAM

Otoritas China memperingatkan masyarakat terhadap kemungkinan banjir bandang, longsor, dan bencana sekunder akibat hujan yang masih berlangsung.

Xinhua melaporkan bahwa hingga pukul 07.00 pada Kamis, lebih dari 83.000 orang telah dievakuasi di Fujian. Sejumlah ruas jalan utama ditutup, layanan transportasi dihentikan, dan ratusan kegiatan transportasi serta pembangunan terdampak.

Hujan deras hingga sangat deras diperkirakan masih mengguyur sebagian besar Fujian dan wilayah Guangdong hingga Jumat.

Saudel diperkirakan bergerak ke arah barat dan secara bertahap melemah setelah memasuki daratan.

WARGA DIMINTA MENINGKATKAN KEWASPADAAN

Pemerintah setempat meminta masyarakat di wilayah yang berisiko tetap mengikuti instruksi evakuasi dan menghindari daerah yang tergenang.

Jalan yang telah berubah menjadi aliran air deras juga meningkatkan risiko bagi pengendara dan warga yang mencoba menerobos genangan.

Dengan hujan yang masih berlanjut, ancaman tidak hanya berasal dari banjir, tetapi juga kemungkinan longsor serta kenaikan debit sungai di sejumlah wilayah.

Peristiwa ini kembali menunjukkan bagaimana kombinasi sistem tropis dan hujan ekstrem dapat dengan cepat mengganggu aktivitas masyarakat dalam skala luas.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button