Harga Pangan Sulut 25 Agustus 2026: Cabai Rawit Masih Mahal, Harga Nasional Jadi Pembanding
Cabai rawit menjadi perhatian dalam pantauan harga pangan Sulawesi Utara. Harga nasional digunakan hanya sebagai pembanding agar masyarakat dapat membaca kondisi pasar lokal dengan lebih jelas.

MANADO — Harga kebutuhan pangan di Sulawesi Utara masih menjadi perhatian masyarakat pada Selasa, 25 Agustus 2026. Di tengah pergerakan harga komoditas hortikultura, cabai rawit merah menjadi salah satu komoditas yang perlu mendapat perhatian, terutama karena harga di pasar Sulut berada pada level yang relatif tinggi.
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas kepada masyarakat, ForumAdil.com menempatkan harga Sulawesi Utara sebagai acuan utama, sementara harga nasional digunakan hanya sebagai pembanding.
Data daerah yang paling baru dan dapat diverifikasi dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Utara menunjukkan bahwa pada pantauan Pasar Pinasungkulan Karombasan, Minggu, 23 Agustus 2026, harga cabai rawit merah mencapai Rp92.667 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp90.000/kg.
Angka tersebut menjadi penting untuk membaca kondisi harga pangan Sulut menjelang 25 Agustus, meskipun belum dapat disebut sebagai harga resmi Sulut pada tanggal 25 Agustus karena publikasi harian tanggal tersebut belum dapat diverifikasi secara terbuka.
Cabai Rawit Sulut Jauh di Atas Harga Nasional
Pergerakan cabai rawit menjadi perhatian karena terdapat perbedaan cukup besar antara harga pasar Sulawesi Utara dan rata-rata nasional.
Pada pantauan Sulut 23 Agustus, cabai rawit merah berada pada Rp92.667/kg.
Sebagai pembanding, PIHPS Nasional pada 24 Agustus mencatat cabai rawit merah Rp69.950/kg pada pembaruan pukul 08.23 WIB. Snapshot PIHPS lainnya pada pagi yang sama mencatat angka Rp77.800/kg pada pukul 09.20 WIB.
Dengan demikian, harga cabai rawit di pasar Sulut pada pantauan terakhir masih berada di atas rata-rata nasional, meskipun waktu pengukuran kedua data tersebut tidak persis sama.
Perbedaan tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya masalah dalam perdagangan. Harga komoditas hortikultura memang sangat dipengaruhi oleh pasokan, produksi, distribusi, cuaca dan kondisi pasar masing-masing daerah.
Bawang Merah Juga Perlu Dipantau
Bawang merah menjadi komoditas kedua yang penting diperhatikan.
PIHPS Nasional pada 24 Agustus mencatat harga bawang merah ukuran sedang sebesar Rp28.850/kg pada pembaruan pukul 08.23 WIB.
Namun, angka nasional tersebut tidak boleh dijadikan patokan langsung harga bawang merah di Sulawesi Utara.
Bagi masyarakat Sulut, harga yang lebih relevan adalah harga di pasar lokal, karena biaya distribusi, pasokan dari sentra produksi dan kondisi pedagang dapat menyebabkan perbedaan harga yang cukup besar.
Karena data Sulut tanggal 25 Agustus belum dapat diverifikasi secara terbuka, ForumAdil.com tidak akan mencantumkan angka yang belum memiliki sumber harian yang jelas.
Tomat: Komoditas Lokal yang Harus Dilihat dari Pasar Sulut
Berbeda dengan rata-rata nasional, tomat memiliki arti khusus bagi masyarakat Sulawesi Utara karena merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak diproduksi dan dikonsumsi di daerah ini.
Karena itu, harga tomat di Sulut lebih tepat dibaca melalui pantauan pasar lokal, bukan dengan menggunakan harga nasional sebagai patokan utama.
Data pasar Manado sebelumnya juga memperlihatkan bahwa perubahan pasokan dari sentra produksi Sulawesi Utara dapat langsung memengaruhi harga tomat di tingkat konsumen.
Dalam kondisi pasokan melimpah, harga tomat dapat turun cukup cepat. Sebaliknya, ketika produksi atau distribusi terganggu, harga dapat kembali meningkat.
Untuk 25 Agustus 2026, angka tomat Sulut yang belum dipublikasikan secara terbuka tidak kami klaim sebagai harga hari ini.
Pantauan Harga Pangan Sulawesi Utara
Berikut posisi data yang dapat dipastikan saat berita ini disusun:
| Komoditas | Sulawesi Utara | Nasional* | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Cabai rawit merah | Rp92.667/kg | Rp69.950–Rp77.800/kg | Sulut: pantauan 23 Agustus; nasional: 24 Agustus |
| Bawang merah | Belum terverifikasi 25 Agustus | Rp28.850/kg | Nasional sebagai pembanding |
| Tomat | Belum terverifikasi 25 Agustus | — | Tidak dipaksakan menggunakan angka nasional |
| Cabai keriting | Rp80.000/kg | Rp51.300/kg** | Sulut: pantauan 23 Agustus |
| Beras | Perlu pembaruan harian | Rp14.650–Rp17.750/kg** | Nasional hanya pembanding |
| Telur ayam ras | Perlu pembaruan harian | Rp29.250/kg** | Nasional hanya pembanding |
| Daging ayam ras | Perlu pembaruan harian | Rp42.000/kg** | Nasional hanya pembanding |
Catatan: angka Sulawesi Utara yang dicantumkan merupakan pantauan terakhir yang berhasil diverifikasi, bukan klaim bahwa angka tersebut adalah harga persis pada 25 Agustus.
* Harga nasional digunakan hanya sebagai pembanding dan berasal dari snapshot PIHPS 24 Agustus 2026.
** Untuk beberapa komoditas, angka nasional berasal dari pembaruan PIHPS sebelumnya dan dapat berubah sepanjang hari.
Apa Artinya bagi Masyarakat Sulut?
Bagi masyarakat, angka harga nasional sebaiknya tidak digunakan untuk menentukan apakah harga di pasar Manado mahal atau murah.
Yang lebih penting adalah membandingkan:
harga pasar Sulut hari ini → harga pasar Sulut sebelumnya → harga nasional sebagai pembanding.
Dengan cara tersebut, masyarakat dapat mengetahui apakah kenaikan yang terjadi memang merupakan fenomena nasional atau justru terjadi lebih kuat di daerah.
Untuk cabai rawit, misalnya, pantauan Sulut 23 Agustus berada di Rp92.667/kg, sedangkan angka nasional sehari setelahnya berada di kisaran Rp69.950–Rp77.800/kg.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa harga cabai di Sulut perlu mendapat perhatian khusus, terutama jika pasokan lokal tidak mampu mengikuti kebutuhan pasar.
Mengapa Harga Sulut Bisa Lebih Tinggi?
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan harga di Sulawesi Utara berbeda dengan rata-rata nasional.
Pertama, pasokan. Komoditas yang pasokannya terbatas akan lebih mudah mengalami kenaikan harga.
Kedua, distribusi. Biaya pengangkutan dari sentra produksi menuju pasar turut memengaruhi harga akhir.
Ketiga, cuaca. Gangguan cuaca dapat memengaruhi produksi dan kualitas hortikultura.
Keempat, permintaan pasar. Ketika permintaan meningkat sementara pasokan tidak bertambah, harga dapat terdorong naik.
Kelima, karakteristik pasar daerah. Harga di Manado tidak selalu sama dengan harga di daerah sentra produksi Sulawesi Utara.
Masyarakat Jangan Panik, Tetapi Tetap Bandingkan Harga
Kenaikan harga komoditas hortikultura tidak selalu berarti harga akan terus naik.
Cabai, bawang dan tomat merupakan komoditas yang sangat cepat merespons perubahan pasokan.
Karena itu, masyarakat tidak perlu melakukan pembelian berlebihan atau panic buying.
Langkah yang lebih bijak adalah membandingkan harga antarpasar, membeli sesuai kebutuhan dan memperhatikan perkembangan harga dari hari ke hari.
Pemerintah Daerah Perlu Perkuat Pemantauan
Perbedaan harga antara pasar Sulawesi Utara dan rata-rata nasional juga menjadi informasi penting bagi pemerintah daerah.
Pemantauan harga sebaiknya tidak berhenti pada pencatatan angka, tetapi dilanjutkan dengan melihat penyebab pergerakan harga.
Jika kenaikan terjadi karena pasokan berkurang, pemerintah perlu memastikan jalur distribusi tetap berjalan.
Jika persoalannya adalah produksi, maka koordinasi dengan daerah sentra produksi menjadi penting.
Sementara jika terdapat disparitas harga yang terlalu lebar, kondisi tersebut perlu ditelusuri agar dapat diketahui apakah disebabkan faktor distribusi, biaya logistik atau faktor pasar lainnya.
Perumda Pasar Manado Menjadi Sumber Penting
Perumda Pasar Manado memiliki portal Info Pangan yang dirancang untuk menyajikan harga bahan pokok terbaru dan dapat difilter berdasarkan pasar serta tanggal.
Sistem tersebut penting karena masyarakat membutuhkan informasi yang tidak hanya bersifat nasional, tetapi juga harga di pasar yang benar-benar mereka datangi.
Karena itu, pembaruan data harian dari pasar-pasar Manado menjadi sangat penting dalam memberikan informasi harga yang akurat kepada masyarakat.
Kesimpulan
Harga cabai rawit merah menjadi perhatian utama dalam pantauan pangan Sulawesi Utara.
Data terakhir Dinas Ketahanan Pangan Sulut yang dapat diverifikasi menunjukkan harga cabai rawit merah di Pasar Pinasungkulan Karombasan mencapai Rp92.667/kg pada 23 Agustus 2026, naik dari Rp90.000/kg.
Sebagai pembanding, harga rata-rata nasional pada 24 Agustus berada di kisaran Rp69.950–Rp77.800/kg, tergantung waktu pembaruan data PIHPS.
Artinya, masyarakat Sulawesi Utara perlu lebih memperhatikan harga pasar lokal daripada sekadar melihat rata-rata nasional.
Untuk bawang merah dan tomat, ForumAdil.com memilih tidak mencantumkan angka 25 Agustus yang belum dapat diverifikasi secara terbuka.
Pendekatan ini penting agar informasi harga yang diterima masyarakat benar-benar dapat dipertanggungjawabkan.
SUMBER DATA
- PIHPS Nasional Bank Indonesia — halaman resmi telah memuat pembaruan harga 25 Agustus 2026.
- Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Utara — pantauan Pasar Pinasungkulan Karombasan, 23 Agustus 2026.



