ASN Kemenag Diminta Bawa Semangat “Fitri” ke Layanan Publik Usai Lebaran
Usai cuti Lebaran, ASN Kemenag diingatkan untuk menghadirkan semangat “fitri” dalam pelayanan, sekaligus mendorong transformasi pembelajaran menuju Corporate University.

Ciputat — Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama diminta membawa semangat kesucian Ramadan ke dalam pelayanan publik usai cuti bersama Idulfitri 1447 H.
Hal ini disampaikan Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi (Pusbangkom) Kementerian Agama, Mastuki, saat memimpin apel pagi perdana di Ciputat, Senin (30/3/2026).
Semangat Fitri Harus Hadir di Tempat Kerja
Dalam arahannya, Mastuki menegaskan bahwa nilai “fitri” atau kejernihan hati yang diperoleh selama Ramadan tidak boleh berhenti sebagai pengalaman spiritual semata, tetapi harus tercermin dalam etos kerja dan pelayanan kepada masyarakat.
Menurut dia, ASN Kemenag memiliki tanggung jawab strategis dalam meningkatkan kualitas layanan publik melalui pengembangan kompetensi.
“Kita melayani masyarakat bukan hanya lewat dokumen, tetapi lewat manusia. Amanah kita hari ini adalah mendidik yang melayani dan melayani yang mendidik,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjalankan amanah dengan sungguh-sungguh sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an, khususnya QS. An-Nisa ayat 58 tentang kewajiban menyampaikan amanah kepada yang berhak.
Pengembangan Kompetensi Jadi Jantung Layanan Publik
Mastuki menekankan bahwa program pengembangan kompetensi (bangkom) bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan inti dari peningkatan kualitas aparatur negara.
ASN diminta tidak hanya memenuhi kewajiban pelatihan, tetapi benar-benar menginternalisasi nilai dan keterampilan yang berdampak pada kinerja dan akhlak pelayanan.
Upaya ini menjadi bagian dari transformasi menuju konsep Corporate University di Kementerian Agama.
“Corporate University itu bukan gedung atau slogan, melainkan kebiasaan berbagi pengetahuan, mengukur dampak, dan menghadirkan inovasi layanan,” tegasnya
Digital Learning Diperkuat hingga Daerah 3T
Pusbangkom Kemenag saat ini terus mengembangkan berbagai platform pembelajaran digital, seperti MOOC Pintar, Digital Learning, Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), Klinik Pengetahuan, hingga Smart Classroom.
Program ini ditujukan untuk menjangkau seluruh ASN, termasuk yang berada di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), serta mereka yang memiliki keterbatasan akses jaringan.
Gerakan “Tiga Rapikan” Jadi Pedoman Kerja
Sebagai langkah konkret pasca-libur Lebaran, Mastuki memperkenalkan gerakan “Tiga Rapikan” sebagai pedoman kerja ASN.
Pertama, merapikan niat dengan menjadikan setiap program sebagai bentuk ibadah dan pengabdian.
Kedua, merapikan disiplin dan kualitas melalui profesionalitas, ketepatan waktu, respons cepat, serta evaluasi yang jujur.
Ketiga, merapikan akhlak layanan dengan mengedepankan empati, kesabaran, dan sikap santun dalam mendampingi peserta pembelajaran.
“Orang mungkin lupa platform yang digunakan, tetapi mereka akan selalu ingat bagaimana kita memperlakukan mereka,” kata Mastuki.



