Rupiah Bertahan di Atas Rp18.000 per Dolar AS, Harga Emas Kembali Menguat pada 23 Juli 2026
Tekanan eksternal masih membayangi nilai tukar rupiah, sementara emas terus diminati sebagai aset lindung nilai dengan harga Antam menembus Rp2,74 juta per gram.

JAKARTA – Rupiah masih bergerak dalam tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis, 23 Juli 2026. Meski volatilitas pasar global mulai mereda dibandingkan beberapa pekan sebelumnya, mata uang Garuda belum mampu kembali ke level psikologis di bawah Rp18.000 per dolar AS.
Penguatan dolar AS yang masih ditopang ekspektasi kebijakan suku bunga tinggi di Amerika Serikat membuat mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, bergerak terbatas. Kondisi tersebut turut memengaruhi perilaku investor yang kembali memburu aset aman seperti emas.
Di pasar domestik, harga logam mulia dari empat penyedia utama justru bertahan pada level tinggi. Antam masih memimpin dengan harga jual mencapai Rp2.741.000 per gram, sementara Galeri24, UBS, dan Lotus Archi juga mencatat harga yang tetap kokoh di atas Rp2,5 juta per gram.
Dolar AS Masih Mendominasi
Pergerakan mata uang asing menunjukkan dolar AS masih menjadi mata uang dengan pengaruh terbesar terhadap pasar keuangan domestik.
Berikut kisaran kurs terhadap rupiah pada perdagangan hari ini:
| Mata Uang | Kisaran Kurs |
|---|---|
| 🇺🇸 Dolar AS (USD) | Rp18.060 – Rp18.080 |
| 🇸🇬 Dolar Singapura (SGD) | Rp13.980 – Rp14.020 |
| 🇦🇺 Dolar Australia (AUD) | Rp12.530 – Rp12.590 |
| 🇪🇺 Euro (EUR) | Rp20.650 – Rp20.710 |
| 🇬🇧 Pound Sterling (GBP) | Rp24.220 – Rp24.310 |
| 🇯🇵 Yen Jepang (JPY) | Rp111–113 per 100 yen |
| 🇨🇳 Yuan China (CNY) | Rp2.640 – Rp2.690 |
| 🇲🇾 Ringgit Malaysia (MYR) | Rp4.390 – Rp4.440 |
Pelaku pasar masih menunggu sinyal baru dari bank sentral Amerika Serikat terkait arah suku bunga, yang dinilai menjadi faktor utama penentu arus modal global dalam jangka pendek.
Harga Emas Tetap Kokoh
Di tengah rupiah yang masih melemah, harga emas domestik tetap menunjukkan tren positif. Investor dinilai masih memilih emas sebagai instrumen pelindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi global.
| Penyedia | Harga Jual | Buyback |
|---|---|---|
| Antam | Rp2.741.000 | Rp2.448.000 |
| Galeri24 | Rp2.619.000 | Rp2.456.000 |
| UBS | Rp2.632.000 | Rp2.448.000 |
| Lotus Archi | Rp2.566.000 | Rp2.448.000 |
Antam masih menawarkan harga jual tertinggi, sedangkan Lotus Archi menjadi pilihan dengan harga paling kompetitif. Selisih harga tersebut memberikan alternatif bagi investor sesuai kebutuhan dan strategi investasi masing-masing.
Investor Masih Berhati-hati
Kondisi pasar saat ini menunjukkan investor belum sepenuhnya berani mengalihkan dana ke aset berisiko. Ketidakpastian ekonomi global, potensi perlambatan pertumbuhan, serta dinamika geopolitik masih menjadi pertimbangan utama.
Di dalam negeri, pergerakan rupiah juga akan dipengaruhi oleh inflasi, neraca perdagangan, serta kebijakan moneter yang ditempuh Bank Indonesia. Selama tekanan eksternal belum mereda, ruang penguatan rupiah diperkirakan masih terbatas.
Bagi masyarakat, pelemahan rupiah dapat berdampak pada meningkatnya biaya impor dan harga sejumlah barang yang bergantung pada bahan baku dari luar negeri. Sebaliknya, harga emas yang tetap tinggi menjadi sinyal bahwa permintaan terhadap aset aman masih kuat.
Data Singkat
Kurs Mata Uang Asing
- USD: Rp18.060–Rp18.080
- SGD: Rp13.980–Rp14.020
- AUD: Rp12.530–Rp12.590
- EUR: Rp20.650–Rp20.710
- GBP: Rp24.220–Rp24.310
- JPY: Rp111–113 per 100 yen
- CNY: Rp2.640–Rp2.690
- MYR: Rp4.390–Rp4.440
Harga Emas
- Antam: Rp2.741.000
- Galeri24: Rp2.619.000
- UBS: Rp2.632.000
- Lotus Archi: Rp2.566.000



