BERITA TERBARUSULUT

Harga Pangan di Sulawesi Utara Mulai Bergejolak, Cabai dan Daging Ayam Picu Kekhawatiran Inflasi

Pasokan yang tidak stabil dari daerah sentra produksi membuat harga cabai, ayam, hingga beras premium di Sulut mulai merangkak naik pada pekan pertama Mei 2026.

MANADO – Tekanan inflasi sektor pangan mulai terasa di pasar-pasar tradisional Sulawesi Utara memasuki pekan pertama Mei 2026. Sejumlah komoditas strategis mengalami fluktuasi harga yang cukup tajam, terutama cabai rawit (rica), daging ayam, dan beras premium.

Pantauan di Pasar Bersehati, Manado, menunjukkan harga cabai rawit berada di kisaran Rp40.000 hingga Rp61.000 per kilogram. Ketidakstabilan harga ini diduga dipicu terganggunya distribusi dari daerah sentra produksi seperti Gorontalo dan Bolaang Mongondow.

“Pasokan masuk tidak menentu. Kalau barang dari luar telat satu hari saja, harga di lapak langsung melonjak,” ujar salah satu pedagang di Pasar Bersehati kepada tim media, Kamis (7/5/2026).

Harga Protein Ikut Naik

Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada komoditas bumbu dapur. Daging ayam ras kini dijual di kisaran Rp40.000 hingga Rp49.000 per kilogram. Sementara itu, harga daging babi masih bertahan tinggi di angka Rp90.000 per kilogram akibat populasi ternak yang belum sepenuhnya pulih di tingkat peternak lokal.

Di sektor karbohidrat, beras program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog masih menjadi pilihan utama masyarakat dengan harga Rp62.500 per lima kilogram. Namun, harga beras premium seperti Superwin dan Pandan Wangi terus bergerak naik hingga mencapai Rp16.500 per kilogram.

Kondisi ini dinilai mulai menjauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang diharapkan masyarakat, terutama bagi kelompok rumah tangga berpenghasilan menengah ke bawah.

Pemerintah Diminta Segera Intervensi

Pengamat ekonomi regional menilai Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara perlu segera mengambil langkah strategis guna mengendalikan gejolak harga pangan.

Tanpa intervensi berupa operasi pasar maupun pembenahan rantai distribusi antarwilayah, Sulawesi Utara berpotensi menghadapi tekanan inflasi volatile foods yang lebih besar dalam beberapa pekan ke depan.

“Masalahnya masih klasik, yakni ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah. Pemerintah harus memastikan jalur logistik dari Gorontalo dan Sulawesi Tengah tetap lancar tanpa hambatan distribusi maupun pungutan liar,” ujar seorang analis kebijakan publik.

Masyarakat kini berharap pemerintah dapat segera menstabilkan harga kebutuhan pokok, terutama menjelang periode konsumsi tinggi yang biasanya terjadi pada hari-hari besar dan momentum tertentu.

Baca juga:

Harga Sembako Sulut Bergejolak: Cabai Tembus Rp57.500, Minyak Naik, Ayam dan Telur Justru Turun
https://forumadil.com/2026/05/06/harga-sembako-sulut-bergejolak-cabai-tembus-rp57-500-minyak-naik-ayam-dan-telur-justru-turun/

Daftar Harga Bahan Pokok (Mei 2026)

KomoditasSatuanKisaran Harga
Beras SPHP (Bulog)5 KgRp62.500
Beras Premium (Superwin/Pandan Wangi)KgRp16.000 – Rp16.500
Cabai Rawit (Rica)KgRp40.000 – Rp60.000
Bawang MerahKgRp38.000 – Rp40.000
Bawang PutihKgRp40.000
TomatKgRp10.000 – Rp15.000
Daging Ayam RasKgRp40.000 – Rp49.000
Daging SapiKgRp130.000
Daging BabiKgRp90.000
Telur Ayam RasBakiRp55.000 – Rp70.000
Minyak Goreng (MinyakKita)LiterRp18.000
Gula PasirKgRp19.000

Tim Redaksi Forum Adil
Laporan: Kontributor Manado

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button