BERITA TERBARUSULUT

Waspada Cuaca Ekstrem, Lurah Paniki Dua Keluarkan Imbauan Pencegahan Kebakaran

Suhu Panas dan Risiko Korsleting Jadi Ancaman Serius bagi Permukiman Warga di Mapanget

MANADO — Pemerintah Kelurahan Paniki Dua, Kecamatan Mapanget, mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di tengah kondisi cuaca panas ekstrem yang melanda Kota Manado dan sekitarnya dalam beberapa waktu terakhir.

Lurah Paniki Dua, I Gusti Sudarmaja, menegaskan bahwa kelalaian kecil di tengah suhu udara tinggi dapat memicu musibah besar yang membahayakan keselamatan warga maupun lingkungan permukiman.

“Kami mengimbau masyarakat agar memeriksa kembali peralatan masak, instalasi listrik, serta memastikan seluruh sumber api benar-benar aman sebelum meninggalkan rumah atau beristirahat,” ujarnya.

Cuaca Panas Tingkatkan Risiko Kebakaran

Berdasarkan kondisi lapangan dan analisis teknis, cuaca panas berkepanjangan menyebabkan tingkat kelembapan material mudah terbakar seperti kayu, plafon, hingga tumpukan sampah mengalami penurunan drastis. Situasi ini membuat benda-benda tersebut lebih mudah terbakar meski hanya terkena percikan api kecil.

Selain itu, suhu udara yang tinggi juga meningkatkan risiko korsleting listrik. Penggunaan terminal colokan secara berlebihan (stacking) serta pemakaian perangkat elektronik dalam waktu lama dapat menyebabkan kabel mengalami panas berlebih (overheating), terutama pada instalasi listrik yang sudah tua atau tidak sesuai standar.

Kondisi tersebut diperparah dengan potensi pengelupasan isolator kabel akibat suhu lingkungan yang meningkat, yang kerap menjadi penyebab utama arus pendek dan kebakaran rumah tinggal.

Bahaya Tabung Gas dan Pembakaran Sampah

Pemerintah kelurahan juga mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam penggunaan tabung gas elpiji. Suhu ruangan yang meningkat dapat memengaruhi tekanan di dalam tabung gas, terutama jika dapur memiliki sirkulasi udara yang buruk.

Warga diminta memastikan kompor benar-benar dalam keadaan mati setelah digunakan guna menghindari kebocoran maupun akumulasi gas yang dapat memicu ledakan atau kebakaran.

Tak hanya itu, warga juga diminta menghentikan aktivitas pembakaran sampah di area terbuka. Di wilayah Mapanget yang dikenal memiliki hembusan angin cukup kencang, api dari pembakaran sampah berpotensi menyebar dengan cepat ke lahan kering maupun permukiman warga melalui serpihan abu panas yang terbawa angin.

Kesadaran Kolektif Jadi Kunci Pencegahan

Pemerintah Kelurahan Paniki Dua berharap masyarakat tidak menganggap remeh imbauan tersebut. Langkah sederhana seperti mencabut setrika setelah digunakan, mematikan perangkat elektronik yang tidak diperlukan, serta rutin memeriksa kondisi kabel listrik dinilai menjadi upaya preventif paling efektif untuk mencegah kebakaran.

“Semoga imbauan ini dapat dipatuhi seluruh warga demi keselamatan bersama,” tutup I Gusti Sudarmaja.

Tips Pencegahan Kebakaran untuk Warga

  • Pastikan sirkulasi udara di area dapur tetap baik.
  • Hindari penggunaan terminal listrik bertumpuk.
  • Jangan meninggalkan kompor dalam keadaan menyala.
  • Segera laporkan jika melihat asap atau titik api di lahan kosong.
  • Sediakan alat pemadam api ringan (APAR) atau karung goni basah sebagai langkah awal penanganan kebakaran.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button