BERITA TERBARUEKONOMI

BI Dorong Kopi Indonesia Mendunia Lewat World of Coffee 2026 di Bangkok

Bank Indonesia membawa 20 UMKM kopi unggulan ke ajang internasional World of Coffee 2026 di Thailand sebagai bagian dari strategi hilirisasi, penguatan ekspor, dan percepatan pertumbuhan ekonomi berbasis UMKM.

JAKARTA — Bank Indonesia (BI) memperkuat strategi pengembangan ekspor kopi nasional melalui partisipasi dalam ajang internasional World of Coffee (WoC) 2026 yang berlangsung di Bangkok, Thailand, pada 6–9 Mei 2026. Dalam pameran kopi terbesar di kawasan Asia tersebut, BI membawa 20 UMKM kopi unggulan hasil kurasi dari total 180 UMKM binaan.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar BI untuk mendorong hilirisasi sektor kopi sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar global. BI memandang kopi bukan lagi sekadar komoditas mentah, melainkan produk bernilai tambah tinggi yang mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

Beragam produk kopi khas nusantara turut diperkenalkan dalam ajang tersebut, mulai dari Gayo, Flores Bajawa, Bali Arabika, hingga Lampung Robusta. Produk-produk itu dipilih melalui proses kurasi ketat berdasarkan kualitas, kapasitas produksi, dan kesiapan ekspor.

Bank Indonesia juga melakukan pendampingan menyeluruh kepada UMKM binaan, mulai dari pembinaan petani di sektor hulu hingga pemasaran di sektor hilir. Pendampingan tersebut mencakup peningkatan kualitas pascapanen, sertifikasi produk, hingga penguatan standar ekspor agar mampu bersaing di pasar internasional.

Partisipasi dalam World of Coffee 2026 dinilai memiliki dampak ekonomi yang signifikan. Melalui skema business matching, para pelaku UMKM berpeluang menjalin kontrak langsung dengan pembeli global. Skema ini diharapkan dapat meningkatkan volume ekspor kopi Indonesia di tengah dinamika ekonomi dunia.

Data Bank Indonesia menunjukkan bahwa pada Semester I-2025, nilai ekspor kopi Indonesia mencapai 1,13 miliar dolar AS. Melalui penguatan branding “Kopi Indonesia” di pasar internasional, pemerintah dan BI berupaya menjaga tren pertumbuhan ekspor sekaligus memperluas pasar baru.

Selain fokus pada ekspor, BI juga memperkenalkan inovasi sistem pembayaran digital lintas negara melalui penggunaan Local Currency Transaction (LCT) dan QRIS Cross Border dalam kegiatan internasional tersebut. Langkah ini ditujukan untuk menciptakan sistem transaksi yang lebih efisien, inklusif, serta mengurangi ketergantungan pada mata uang tertentu.

Ekosistem kopi sendiri dinilai memiliki dampak ekonomi luas karena melibatkan jutaan pelaku usaha, mulai dari petani, pengolah, hingga pemilik kedai kopi. Dengan melibatkan UMKM dari berbagai daerah, termasuk wilayah terpencil seperti Papua dan Kalimantan Barat, BI turut mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi nasional berbasis ekonomi kreatif dan UMKM daerah.

Program pembinaan seperti Wirausaha Unggulan Bank Indonesia (WUBI) juga disebut berhasil mendorong pertumbuhan usaha kecil menjadi lebih kompetitif. Sejumlah UMKM binaan bahkan mampu memperluas jaringan usaha hingga memiliki belasan cabang dan menembus pasar ekspor.

Melalui strategi tersebut, Bank Indonesia berupaya menempatkan kopi Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi baru nasional, sekaligus memperkuat daya tahan ekonomi Indonesia di tengah persaingan global.

Ringkasan Data Utama

IndikatorDetail
Event InternasionalWorld of Coffee 2026, Bangkok
Waktu Pelaksanaan6–9 Mei 2026
UMKM Binaan BI20 UMKM terpilih
Total UMKM Kurasi180 UMKM
Fokus StrategiHilirisasi, ekspor, digitalisasi
Inovasi PembayaranLCT dan QRIS Cross Border

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button