Tri Eka Sakti Bangkit Kembali, Lanjutkan Warisan Bela Diri Berlandaskan Kasih
Setelah vakum pascawafatnya Guru Besar Herry Buche Kalengkongan pada 2025, Perguruan Tri Eka Sakti resmi aktif kembali dengan semangat melanjutkan warisan ilmu bela diri praktis yang menekankan kasih, karakter, dan kemanusiaan.

MANADO – Perguruan olahraga dan ilmu bela diri Tri Eka Sakti resmi kembali aktif setelah sempat vakum sejak 2025, menyusul wafatnya Guru Besar Tri Eka Sakti, almarhum Herry Buche Kalengkongan. Kebangkitan perguruan ini menjadi bentuk komitmen para dewan guru dan keluarga besar Tri Eka Sakti untuk melanjutkan warisan ilmu serta nilai-nilai yang telah dibangun selama hampir tiga dekade.
Ketua Umum Perguruan Tri Eka Sakti periode 2026–2031, Jantje Walangitan, S.Pd., mengatakan keputusan menghidupkan kembali perguruan lahir dari amanah para dewan guru dan keluarga besar Tri Eka Sakti. Mereka antara lain Marcos R. Palit, ST.; Jhon Pesak, BA.; Frangky Kandio, S.Pi.; Alexander R. Pontoh; Melki Lengkong; Bpk. Panambunan; serta Jantje Walangitan sendiri.
“Guru Besar kami, Bpk. Herry Buche Kalengkongan, berpulang pada 2025 lalu. Sebelum wafat, beliau berpesan agar Tri Eka Sakti jangan sampai padam. Ilmu ini bukan untuk mencari lawan, melainkan untuk melindungi diri dan orang lain dengan cara yang benar,” ujar Jantje saat peringatan HUT ke-19 Tri Eka Sakti di Sekretariat Kelurahan Tingkulu, Kota Manado, Jumat (15/05/2026).

Fokus Periode 2026–2031
Pada periode kepengurusan baru 2026–2031, Tri Eka Sakti menegaskan arah pembinaan yang kembali menitikberatkan pada esensi dasar perguruan, yakni kasih, karakter, dan nilai spiritual.
Menurut Jantje, Tri Eka Sakti dibangun dengan prinsip kasih dan berpegang pada nilai Tri Tunggal Allah, sehingga tidak bertentangan dengan iman dan kepercayaan para anggotanya.
“Perguruan Tri Eka Sakti pada periode 2026–2031 ini menitikberatkan pada esensi yang sebenarnya, yaitu berdasarkan kasih dan berpegang pada Tri Tunggal Allah, sehingga perguruan ini tidak bertentangan dengan iman kepercayaan,” tegasnya.
Pelantikan Pengurus Baru
Dalam rangkaian HUT ke-19 yang digelar pada 15 Mei 2026, Tri Eka Sakti juga melantik pengurus baru tingkat pusat hingga kabupaten/kota untuk masa bakti 2026–2031.

Jabatan Ketua Umum dipercayakan kepada Jantje Walangitan, S.Pd. Ia didampingi dua Wakil Ketua, yakni Yohanis Waworuntu, SE., M.Si., dan Jhony R. Suwu, ST., bersama empat bidang yang akan mengoordinasikan program kerja organisasi ke depan.
Bela Diri Praktis dan Efektif
Tri Eka Sakti dikenal luas di Sulawesi Utara hingga Papua sebagai perguruan yang mengajarkan teknik pertahanan diri praktis dan efektif. Fokus utama perguruan adalah teknik melumpuhkan atau menjatuhkan lawan melalui gerakan yang efisien, bukan mengandalkan kekuatan fisik semata.
Pendekatan tersebut dinilai relevan bagi masyarakat umum, pelajar, hingga aparat yang membutuhkan kemampuan bela diri dalam situasi nyata.
Namun, di balik kemampuan teknik yang diajarkan, perguruan tetap menempatkan pembentukan karakter sebagai prioritas utama.
“Di sini kami tanamkan dulu karakter. Kuat fisiknya, rendah hatinya. Ilmu hanya boleh dipakai untuk membela yang benar,” ujar Marcos R. Palit selaku Dewan Guru.
Siapkan Generasi Penerus
Sebagai bagian dari proses regenerasi, Tri Eka Sakti telah menyusun program pengisian bekal ilmu bagi anggota baru yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026.
Program tersebut akan dipimpin langsung oleh para dewan guru senior dan mencakup dasar-dasar teknik bela diri praktis, etika perguruan, serta penanaman nilai kasih dan kemanusiaan.
“Pengisian bekal ilmu ini penting agar anggota baru tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga memahami tujuan dan tanggung jawab dalam menggunakan ilmu. Semua harus dimulai dari dasar yang benar,” tutup Marcos. (Stanley)



