BERITA TERBARUSULUT

Harga Pangan Sulut Tak Seragam: Cabai Rawit Lebih Murah, Bawang dan Daging Sapi Masih Mahal

Data terbaru menunjukkan sejumlah harga pangan di Sulawesi Utara mulai melandai. Namun, bawang merah, bawang putih, daging sapi, ayam dan telur masih berada di atas harga rata-rata nasional.

MANADO – Peta harga kebutuhan pokok di Sulawesi Utara memasuki awal Agustus 2026 dengan pergerakan yang tidak seragam. Sejumlah komoditas hortikultura mengalami penurunan, tetapi beberapa bahan pangan utama masih dijual lebih mahal dibandingkan rata-rata nasional.

Data terbaru yang tersedia di Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia untuk Sulawesi Utara tercatat pada 6 Agustus 2026. Sementara pembanding nasional menggunakan data Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan pada 7 Agustus 2026.

Perbedaan tanggal tersebut penting dicantumkan karena hingga 8 Agustus belum seluruh data daerah diperbarui. Dengan demikian, angka yang disajikan merupakan data harga terbaru yang tersedia, bukan klaim bahwa seluruh harga tersebut merupakan pantauan langsung pada 8 Agustus.

Cabai Rawit Sulut Justru Lebih Murah

Salah satu perubahan paling mencolok terjadi pada cabai rawit merah.

Di Sulawesi Utara, harga cabai rawit merah tercatat Rp44.400 per kilogram pada 6 Agustus. Angka ini lebih rendah sekitar Rp6.729 per kilogram dibandingkan harga nasional sebesar Rp51.129 per kilogram pada 7 Agustus.

Harga cabai rawit merah di Sulut juga tercatat turun 42,26 persen dibandingkan sebulan sebelumnya. Penurunan tersebut menjadi salah satu perkembangan paling signifikan dalam kelompok komoditas pangan daerah.

Cabai merah juga berada pada posisi yang relatif lebih rendah. Harga cabai merah di Sulut tercatat Rp31.250 per kilogram, sedangkan harga nasional cabai merah besar berada di Rp44.822 per kilogram. Untuk cabai merah keriting nasional, harganya mencapai Rp42.315 per kilogram.

Kondisi tersebut menunjukkan pasokan komoditas cabai di Sulawesi Utara mulai memberikan tekanan yang lebih rendah terhadap konsumen dibandingkan periode sebelumnya.

Bawang Merah Masih di Atas Nasional

Berbeda dengan cabai, harga bawang masih menunjukkan tekanan.

Bawang merah di Sulawesi Utara berada pada kisaran Rp44.250 per kilogram, sementara harga nasional pada 7 Agustus tercatat Rp35.012 per kilogram.

Dengan demikian, harga bawang merah di Sulut masih sekitar Rp9.238 per kilogram lebih mahal dibandingkan rata-rata nasional.

Meski demikian, terdapat perkembangan positif. Harga bawang merah di Sulut tercatat turun 27,34 persen dibandingkan sebulan sebelumnya. Artinya, tekanan harga mulai berkurang meski levelnya masih lebih tinggi daripada nasional.

Hal serupa terjadi pada bawang putih. Harga di Sulut berada pada Rp41.400 per kilogram, sedangkan nasional Rp36.225 per kilogram. Selisihnya sekitar Rp5.175 per kilogram.

Harga bawang putih Sulut sendiri turun sekitar 9,01 persen dibandingkan sebulan sebelumnya.

Daging Sapi Masih Menjadi Beban

Tekanan harga juga terlihat pada kelompok protein hewani.

Harga daging sapi kualitas 1 di Sulawesi Utara mencapai Rp156.250 per kilogram. Sementara harga nasional daging sapi paha belakang berada di Rp142.191 per kilogram.

Artinya, harga daging sapi di Sulut sekitar Rp14.059 per kilogram lebih tinggi dibandingkan angka nasional.

Kondisi berbeda terlihat pada pergerakan bulanannya. Harga daging sapi kualitas 1 di Sulawesi Utara tercatat relatif tidak berubah.

Sementara daging ayam ras di Sulut berada pada Rp39.550 per kilogram, sedikit lebih tinggi dibandingkan nasional sebesar Rp38.572 per kilogram.

Yang perlu diperhatikan, harga daging ayam ras di Sulut justru mengalami kenaikan 12,52 persen dibandingkan sebulan sebelumnya. Ini menjadi salah satu komoditas yang patut dipantau karena berpotensi memberi tekanan terhadap pengeluaran rumah tangga.

Telur Lebih Mahal, Minyak Goreng Lebih Murah

Harga telur ayam ras di Sulawesi Utara berada pada kisaran Rp29.250 per kilogram, sedangkan nasional Rp26.456 per kilogram.

Selisihnya sekitar Rp2.794 per kilogram.

Namun, harga telur di Sulut justru mengalami penurunan sekitar 2,82 persen dibandingkan sebulan sebelumnya.

Sementara itu, minyak goreng curah menjadi salah satu komoditas yang lebih murah di Sulawesi Utara. Harga di daerah berada pada kisaran Rp17.100 per liter, sedangkan nasional mencapai Rp19.473 per liter.

Artinya, konsumen Sulut membayar sekitar Rp2.373 per liter lebih rendah dibandingkan harga nasional.

Peta Harga Sulawesi Utara dan Nasional

KomoditasSulawesi Utara*Nasional**Selisih Sulut
Bawang MerahRp44.250/kgRp35.012/kg+Rp9.238
Bawang PutihRp41.400/kgRp36.225/kg+Rp5.175
Cabai Rawit MerahRp44.400/kgRp51.129/kg-Rp6.729
Cabai MerahRp31.250/kgRp44.822/kg***-Rp13.572
Daging SapiRp156.250/kgRp142.191/kg+Rp14.059
Daging Ayam RasRp39.550/kgRp38.572/kg+Rp978
Telur Ayam RasRp29.250/kgRp26.456/kg+Rp2.794
Minyak Goreng CurahRp17.100/literRp19.473/liter-Rp2.373

Tekanan Inflasi Pangan Mulai Berubah

Gambaran tersebut menunjukkan bahwa tekanan harga pangan di Sulawesi Utara tidak dapat dibaca hanya dari satu arah.

Harga cabai dan bawang memang mengalami penurunan dibandingkan sebulan sebelumnya. Namun, sejumlah komoditas masih lebih mahal dibandingkan rata-rata nasional.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa persoalan harga pangan di daerah tidak hanya ditentukan oleh produksi, tetapi juga oleh distribusi, biaya logistik, pasokan antarwilayah dan struktur pasar lokal.

Penurunan cabai rawit merah hingga 42,26 persen dalam sebulan menjadi sinyal positif. Namun kenaikan harga daging ayam sebesar 12,52 persen menunjukkan bahwa tekanan inflasi pangan dapat berpindah dari satu kelompok komoditas ke kelompok lainnya.

Secara nasional, data SP2KP pada 7 Agustus juga menunjukkan dinamika yang beragam. Dari 16 komoditas yang dipantau, sembilan mengalami kenaikan dan tujuh mengalami penurunan. Cabai rawit merah turun tipis 0,18 persen menjadi Rp51.129 per kilogram, sementara daging ayam ras naik 0,1 persen menjadi Rp38.572 per kilogram.

Bagi masyarakat Sulawesi Utara, perkembangan ini berarti ruang tekanan terhadap daya beli mulai berbeda antarjenis kebutuhan. Konsumen mendapatkan keuntungan dari turunnya harga cabai, bawang dan minyak goreng, tetapi masih harus menghadapi harga daging sapi, ayam, telur dan bawang yang relatif lebih tinggi dibandingkan nasional.

Karena itu, pemantauan harga pada pekan kedua Agustus menjadi penting. Jika penurunan komoditas hortikultura berlanjut sementara harga protein hewani mulai terkendali, tekanan terhadap pengeluaran rumah tangga berpotensi semakin ringan.

Sebaliknya, jika kenaikan daging ayam dan komoditas lain berlanjut, manfaat dari turunnya harga cabai dan bawang dapat kembali tergerus.

Catatan redaksi: ForumAdil menggunakan tanggal pembaruan masing-masing sumber untuk menjaga akurasi. Data Sulawesi Utara terakhir yang terverifikasi adalah 6 Agustus 2026, sedangkan data nasional terbaru yang digunakan adalah 7 Agustus 2026. PIHPS Bank Indonesia menampilkan pembaruan harga rata-rata 7 Agustus 2026.

Sumber: PIHPS Bank Indonesia dan SP2KP Kementerian Perdagangan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button