Lebih dari 300 Worship Leader dan Singers Ikuti True Worshippers Workshop di Manado
Workshop Session 2 membekali Worship Leader dan Singers dengan penguatan spiritualitas, pemahaman teologis, teknik vokal, serta kemampuan membangun pelayanan yang efektif.

MANADO — Lebih dari 300 peserta yang terdiri dari Worship Leader (WL) dan Singers mengikuti True Worshippers Workshop Session 2 bertajuk Worship Leader & Singers yang digelar Komisi Pelayanan Evangelisasi dan Musik Gereja GPdI Sulawesi Utara di Luwansa Hotel & Convention Center, Manado, Jumat, 18 September 2026.
Kegiatan tersebut secara khusus memberikan pembekalan bagi mereka yang terlibat dalam pelayanan sebagai Worship Leader dan Singers. Materi tidak hanya menyentuh kemampuan teknis bernyanyi dan memimpin pujian, tetapi juga kehidupan spiritual, pemahaman terhadap pesan lagu, kepekaan terhadap jemaat, serta kemampuan bekerja dalam sebuah tim pelayanan.
Workshop menghadirkan dua pembicara utama, yakni Pdt. Hanny Awuy dan Pdt. Franky Kuncoro.
Worship Leader Diminta Menyatukan Spiritualitas dan Teknik
Pada sesi pertama, Pdt. Hanny Awuy menekankan pentingnya keseimbangan antara kedalaman spiritual dan penguasaan teknis bagi seorang Worship Leader maupun Singer.
Merujuk pada Mazmur 24:3-4, ia mengingatkan bahwa pelayanan di hadapan jemaat tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan tampil. Kehidupan rohani seorang penyembah menjadi bagian penting yang menopang pelayanan tersebut.
“Penyembah yang sejati lahir dari jam doa yang konsisten, kesucian hidup, dan kerendahan hati,” kata Pdt. Hanny.
Ia juga menyoroti pentingnya pemahaman teologis terhadap lagu yang dibawakan. Merujuk Kolose 3:16, seorang Worship Leader dan Singer perlu memahami pesan yang terkandung dalam lagu sehingga apa yang disampaikan kepada jemaat memiliki dasar yang jelas.
Selain itu, peserta dibekali mengenai pentingnya kepekaan terhadap kondisi jemaat serta penguasaan teknik dasar, antara lain pernapasan, dinamika vokal dan pemahaman terhadap sistem tata suara.
“To Help People To Worship God”
Sementara itu, Pdt. Franky Kuncoro menekankan bahwa tujuan utama Worship Ministry adalah membantu jemaat masuk dalam penyembahan kepada Tuhan.
Prinsip “To Help People To Worship God” menjadi salah satu pokok pembahasan dalam sesi tersebut.
Pdt. Franky juga menekankan bahwa pelayanan yang terlihat di atas panggung perlu memiliki dasar dalam kehidupan penyembahan pribadi.
“Tanpa penyembahan pribadi, maka pelayanan di atas panggung tak lebih dari sekadar pertunjukan,” ujarnya.
Dengan merujuk pada 1 Samuel 16:23 dan Kisah Para Rasul 16:25-26, ia menjelaskan mengenai penyembahan dan pelayanan, sekaligus mendorong peserta membangun hubungan yang sehat dengan sesama anggota tim.
Dalam konteks tersebut, Pdt. Franky memperkenalkan prinsip 3A, yakni Accept atau menerima, Aware atau peka, dan Adapt atau beradaptasi terhadap berbagai perbedaan karakter maupun latar belakang anggota tim.
Tiga Fungsi Worship Leader dalam Pelayanan
Dalam sesi teknis, Pdt. Franky membedah sejumlah fungsi penting dalam pelayanan Worship Leader.
WL disebut memiliki tiga fungsi utama, yakni Connector, Conceptor, dan Conductor.
Sebagai Connector, WL berperan menghubungkan pesan yang disampaikan dengan jemaat. Sebagai Conceptor, WL merancang song list dan dinamika pelayanan. Sedangkan sebagai Conductor, WL mengarahkan tim sekaligus membantu menjaga alur pelayanan bersama jemaat.
Sementara itu, Music Director (MD) berperan sebagai Translator yang menerjemahkan konsep WL ke dalam bahasa musik. MD juga mendukung koordinasi dan dinamika tim selama pelayanan.
Adapun Singer menjadi bagian penting dalam membangun fondasi vokal. Singer perlu menjaga patokan nada sesuai referensi serta membangun harmoni agar jemaat dapat mengikuti pujian dengan lebih mudah.
Kesehatan Vokal dan Kesiapan Melayani

Workshop juga menyinggung aspek kesehatan vokal. Bagi Worship Leader dan Singer, suara merupakan instrumen utama yang digunakan dalam pelayanan sehingga stamina dan kondisi vokal perlu dijaga.
Materi yang diberikan dalam workshop mempertemukan dua sisi yang saling berkaitan, yakni kesiapan spiritual dan kesiapan teknis.
Dengan diikuti lebih dari 300 Worship Leader dan Singers, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang pembekalan sekaligus penguatan kapasitas bagi peserta untuk menjalankan pelayanan di gereja masing-masing.
Pelayanan Altar GPdI Lahai-Roi Wasian Turut Ikuti Workshop
Di antara peserta True Worshippers Workshop Session 2, terdapat sejumlah anggota Pelayanan Altar GPdI Lahai-Roi Wasian yang turut mengikuti pembekalan Worship Leader dan Singers.
Mereka adalah Yufry Sumampouw, Lidya Weku, Cicilia Rumimpunu, Thelma Moniaga, Silvia Kamagi, Helmy Lumempouw, Icha Kawatu, dan Henny Lengkong.
Keikutsertaan mereka menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas pelayanan Worship Leader dan Singers di lingkungan GPdI Lahai-Roi Wasian, khususnya dalam aspek spiritualitas, musikalitas, kerja tim, dan kesiapan melayani jemaat.
Keterangan Foto
Foto 1:
Anggota Pelayanan Altar GPdI Lahai-Roi Wasian saat mengikuti True Worshippers Workshop Session 2 bertajuk Worship Leader & Singers di Luwansa Hotel & Convention Center, Manado, Jumat, 18 September 2026.

Foto 2:
Peserta dari Pelayanan Altar GPdI Lahai-Roi Wasian yang mengikuti workshop: Yufry Sumampouw, Lidya Weku, Icha Kawatu, Henny Lengkong, Cicilia Rumimpunu, Thelma Moniaga, Helmy Lumempouw dan Silvia Kamagi.

Foto 3:
Suasana peserta True Worshippers Workshop Session 2 yang diikuti lebih dari 300 Worship Leader dan Singers dari berbagai gereja lokal.





