BERITA TERBARUSULUT

Harga Kebutuhan Pokok Sulut: Rica Masih di Kisaran Rp150 Ribuan

Harga cabai rawit di Manado masih jauh di atas rata-rata nasional. Pemprov Sulut menyiapkan strategi jangka menengah dan panjang untuk memperkuat produksi serta pasokan lokal.

MANADO — Harga sejumlah kebutuhan pokok di Sulawesi Utara masih menunjukkan tekanan, terutama cabai rawit atau rica. Data terbaru PIHPS Bank Indonesia menunjukkan rata-rata harga rica di Manado mencapai Rp145.650 per kilogram pada 25 September 2026.

Angka itu berada jauh di atas rata-rata harga cabai rawit nasional yang tercatat Rp84.700 per kilogram pada periode yang sama. Selisihnya mencapai sekitar Rp60.950 per kilogram.

Sementara pada Senin, 28 September 2026, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menyatakan harga rica di pasar tradisional masih berada di atas Rp100 ribu per kilogram.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan harga rica belum sepenuhnya selesai meski intervensi pasokan dari luar daerah telah dilakukan.

Rica Masih Menjadi Perhatian

Di Manado, data PIHPS yang bersumber dari survei dua pasar menunjukkan perbedaan harga yang cukup lebar.

Di Pasar Bersehati, cabai rawit tercatat Rp153.750 per kilogram. Sementara di Pasar Karombasan berada pada Rp137.500 per kilogram.

Rata-rata keduanya mencapai Rp145.650 per kilogram.

Harga tersebut juga memperlihatkan bahwa rata-rata harga rica Manado hampir Rp61 ribu lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional.

Secara nasional, harga cabai rawit pada 25 September bahkan tercatat naik 0,2 persen menjadi Rp84.700 per kilogram. Dalam sepekan terakhir, harga nasional bergerak dari Rp83.500 pada 17 September menjadi Rp84.700 pada 25 September.

Harga Kebutuhan Pokok di Manado

Selain rica, sejumlah komoditas lain yang dipantau PIHPS di Manado pada 25 September tercatat sebagai berikut:

KomoditasHarga rata-rata
BerasRp16.500/kg
Cabai merahRp83.750/kg
Cabai rawit/ricaRp145.650/kg
Bawang merahRp38.750/kg
Bawang putihRp35.000/kg
Telur ayamRp29.750/kg
Daging ayamRp41.250/kg
Daging sapiRp145.000/kg
Minyak gorengRp20.150/liter
Gula pasirRp18.650/kg

Data tersebut merupakan rata-rata hasil survei PIHPS Bank Indonesia di dua pasar tradisional di Manado. Harga aktual di tingkat pedagang dapat berbeda.

Kotamobagu Lebih Rendah, tetapi Rica Tetap Tinggi

Tekanan harga juga terlihat di Kotamobagu.

Pada periode yang sama, rata-rata harga cabai rawit berada pada kisaran Rp123.750 per kilogram. Angka ini lebih rendah dibandingkan Manado, tetapi masih sekitar Rp39 ribu di atas rata-rata nasional.

Dengan demikian, persoalan harga rica tidak hanya terjadi di ibu kota provinsi, tetapi juga menjadi persoalan distribusi dan pasokan di daerah lain di Sulawesi Utara.

Pemerintah Mulai Bicara Solusi Jangka Panjang

Pemprov Sulut kini tidak hanya mengandalkan operasi pasar atau pasokan dari luar daerah.

Pemerintah menyiapkan strategi jangka menengah dan panjang melalui penguatan produksi petani lokal, pengaturan pola dan kalender tanam, pemetaan sentra produksi, perbaikan distribusi antarkabupaten/kota serta kerja sama antardaerah.

Langkah tersebut menjadi penting karena intervensi pasokan dari luar daerah hanya dapat menjadi solusi jangka pendek ketika produksi lokal belum mampu memenuhi kebutuhan.

Sebelumnya, TPID Sulut melalui koordinasi Bank Indonesia dan Pemprov Sulut telah mendatangkan 2,5 ton atau 84 koli cabai rawit merah dari Probolinggo, Jawa Timur.

Pasokan tersebut didistribusikan ke lima titik pasar, yakni Pasar Bersehati dan Pinasungkulan di Manado, Pasar Airmadidi di Minahasa Utara, Pasar Amurang di Minahasa Selatan serta Pasar 23 Maret Kotamobagu.

Harga Tinggi dan Ancaman Inflasi

Tingginya harga rica juga menjadi perhatian karena komoditas tersebut dapat memberikan tekanan terhadap inflasi Sulawesi Utara.

Guru Besar Universitas Sam Ratulangi, Prof. Dr. Joy Tulung, sebelumnya menyebut tingginya harga cabai rawit dapat mendorong inflasi Sulut yang pada 2026 berada di kisaran 4,2 persen secara tahunan.

Karena itu, persoalan rica bukan sekadar soal harga di pasar. Stabilitas pasokan, produksi petani, distribusi antardaerah dan kemampuan pemerintah menjaga keterjangkauan harga menjadi bagian yang saling berkaitan.

Bagi konsumen, angka Rp145 ribuan per kilogram di Manado menunjukkan bahwa harga rica masih menjadi salah satu komoditas yang paling menonjol dibandingkan rata-rata harga pangan nasional.

Pertanyaannya kini bukan hanya seberapa banyak cabai yang bisa didatangkan dari luar daerah, tetapi seberapa cepat produksi lokal dan sistem distribusi Sulawesi Utara dapat diperkuat agar gejolak harga tidak terus berulang.

Catatan redaksi: Data harga dalam artikel ini menggunakan data PIHPS Bank Indonesia yang terakhir tersedia, yakni 25 September 2026. Data tersebut merupakan rata-rata pasar tradisional dan bukan survei langsung ForumAdil pada 28 September. Harga di masing-masing pasar dan pedagang dapat berbeda.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button