35 Tahun Menunggu! Dari Emas SEA Games 1991, Enam Kali Runner-up, Indonesia Akhirnya Juara ASEAN
Thailand empat kali memupus mimpi Garuda di final. Pada final kelima, Indonesia bangkit dari ketertinggalan, menyamakan skor pada menit ke-116, lalu menang 4-2 melalui adu penalti.

JAKARTA — Malam 5 Oktober 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, menjadi salah satu halaman penting dalam sejarah sepak bola Indonesia.
Timnas Indonesia akhirnya mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup 2026, setelah menundukkan Thailand melalui drama panjang 120 menit dan adu penalti.
Indonesia bermain imbang 2-2 dengan Thailand hingga akhir perpanjangan waktu. Dalam adu penalti, Garuda menang 4-2.
Kemenangan itu sekaligus menjadikan Indonesia sebagai juara pertama FIFA ASEAN Cup, karena turnamen tersebut memang baru digelar untuk pertama kalinya pada 2026.
Namun, di balik trofi tersebut ada cerita yang jauh lebih panjang.
Indonesia menunggu 35 tahun untuk kembali meraih trofi regional senior sejak emas sepak bola SEA Games 1991.
35 Tahun Setelah Emas SEA Games 1991
Tanggal 4 Desember 1991, Indonesia menghadapi Thailand pada final sepak bola SEA Games di Manila.
Pertandingan berlangsung ketat.
Setelah 90 menit skor tetap 0-0. Bahkan setelah perpanjangan waktu, tidak ada gol tercipta.
Juara akhirnya ditentukan melalui adu penalti.
Indonesia menang 4-3 atas Thailand dan membawa pulang medali emas.
Saat itu, tim Indonesia dilatih Anatoli Polosin.
Tiga puluh lima tahun kemudian, Indonesia kembali berhadapan dengan Thailand dalam sebuah final regional.
Kali ini panggungnya berbeda.
Bukan SEA Games, melainkan FIFA ASEAN Cup 2026.
Dan sekali lagi, Indonesia harus melewati Thailand serta adu penalti untuk mengangkat trofi.
Bedanya, kali ini Indonesia menang 4-2.
Enam Kali ke Final, Enam Kali Gagal
Sebelum 2026, Indonesia telah enam kali mencapai final Piala AFF/Piala Tiger.
Namun semuanya berakhir sebagai runner-up.
Rinciannya:
2000
Thailand 4-1 Indonesia.
2002
Indonesia 2-2 Thailand.
Thailand kemudian menang melalui adu penalti 4-2.
2004
Indonesia kalah dari Singapura dengan agregat 2-5.
2010
Indonesia kalah dari Malaysia dengan agregat 2-4.
2016
Indonesia kalah dari Thailand dengan agregat 2-3.
2020
Indonesia kembali menjadi runner-up setelah kalah dari Thailand dengan agregat 2-6.
Enam final.
Enam kali gagal menjadi juara.
Catatan tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara dengan jumlah runner-up terbanyak dalam sejarah Piala AFF sebelum akhirnya membuka lembaran baru pada 2026.
Thailand, Empat Kali Mematahkan Mimpi Garuda
Dari enam final tersebut, Thailand menjadi lawan Indonesia sebanyak empat kali.
Pertemuan pertama terjadi pada final 2000.
Thailand menang telak 4-1.
Dua tahun kemudian, kedua tim kembali bertemu di final.
Pertandingan berakhir 2-2, tetapi Thailand kembali keluar sebagai pemenang setelah unggul dalam adu penalti.
Pada 2016, Indonesia kembali bertemu Thailand.
Indonesia sempat menang 2-1 pada leg pertama final. Namun Thailand membalas dengan kemenangan 2-0 pada leg kedua.
Thailand pun menjadi juara dengan agregat 3-2.
Final 2020 kembali mempertemukan kedua negara.
Thailand menang 4-0 pada leg pertama dan bermain imbang 2-2 pada leg kedua.
Agregat akhirnya:
Thailand 6-2 Indonesia.
Empat final.
Empat kemenangan Thailand.
Final Kelima: Indonesia Membalikkan Sejarah
Final FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi pertemuan kelima Indonesia dan Thailand dalam partai final turnamen regional senior.
Kali ini sejarah berubah.
Indonesia sempat unggul melalui Dean James pada menit ke-84.
Namun Thailand hanya membutuhkan waktu tiga menit untuk menyamakan kedudukan melalui Iklas Sanron.
Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal berakhir.
Drama berlanjut ke extra time.
Thailand yang sudah bermain dengan 10 pemain justru mampu membuat Indonesia kembali berada dalam tekanan.
Pada menit ke-111, Peeradol Chamrasamee membawa Thailand unggul 2-1.
Waktu Indonesia semakin menipis.
Tetapi Garuda tidak berhenti.
Pada menit ke-116, Elkan Baggott mencetak gol penyama kedudukan.
Skor berubah menjadi:
Indonesia 2-2 Thailand.
Hingga peluit akhir, tidak ada gol tambahan.
Pertandingan pun harus ditentukan melalui adu penalti.
Dari Titik Putih, Garuda Mengakhiri Penantian
Dalam adu penalti, Indonesia tampil tenang.
Eksekusi pemain Indonesia berhasil menghasilkan empat gol.
Sementara Thailand hanya mampu mencetak dua gol.
Kapten Thailand Sarach Yooyen gagal mengeksekusi penalti, sebelum kiper Indonesia Emil Audero menggagalkan tendangan Nattapong Sayriya.
Indonesia menang:
4-2.
SUGBK pun berubah menjadi lautan merah.
Setelah enam kali gagal di final Piala AFF, Indonesia akhirnya meraih gelar regional senior.
Bukan Hanya Soal Thailand, Tetapi Juga Pergantian Pelatih
Ada cerita lain yang tidak kalah panjang.
Selama 35 tahun perjalanan dari 1991 menuju 2026, kursi pelatih Timnas Indonesia berkali-kali berganti.
Arsip sejarah kepelatihan menunjukkan banyak nama mengisi posisi tersebut, mulai dari Ivan Toplak, Romano Mattè, Danurwindo, Henk Wullems, Rusdy Bahalwan, Bernard Schumm, Nandar Iskandar, Ivan Kolev, Peter Withe, Alfred Riedl, Luis Milla, hingga Shin Tae-yong, Patrick Kluivert dan John Herdman.
Jika dihitung berdasarkan periode atau stint kepelatihan sejak awal 1990-an hingga Herdman, terdapat sekitar 30 periode kepelatihan, dengan sejumlah pelatih kembali menangani Timnas pada periode berbeda.
Artinya, dalam rentang 35 tahun tersebut, Timnas Indonesia mengalami pergantian pelatih dengan frekuensi tinggi.
Bahkan, pada sejumlah periode, pergantian terjadi hanya dalam hitungan bulan atau sekitar satu tahun.
Shin Tae-yong, Salah Satu Era Terpanjang
Salah satu pengecualian penting adalah Shin Tae-yong.
Pelatih asal Korea Selatan itu menangani Indonesia sejak akhir 2019 hingga awal 2025.
Lebih dari lima tahun berada di kursi pelatih membuat Shin menjadi salah satu pelatih dengan masa kerja terpanjang dalam sejarah modern Timnas Indonesia.
Di bawah Shin, Indonesia mencatat sejumlah pencapaian penting.
Salah satunya adalah lolos ke fase gugur Piala Asia 2023.
Indonesia untuk pertama kalinya dalam sejarah berhasil mencapai babak 16 besar Piala Asia.
Pencapaian tersebut menjadi bagian penting dari proses pembentukan generasi baru Timnas.
Namun pada Januari 2025, PSSI mengakhiri kontrak Shin Tae-yong.
Patrick Kluivert Hanya Sebentar
Setelah Shin, kursi pelatih beralih kepada Patrick Kluivert.
Namun era Kluivert berlangsung singkat.
Setelah periode tersebut berakhir, PSSI menunjuk John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia pada awal 2026.
Herdman datang dengan pengalaman internasional, termasuk pernah menangani Timnas Kanada.
Dan kurang dari satu tahun sejak menangani Indonesia, Herdman membawa Garuda ke final FIFA ASEAN Cup 2026.
Di final, ia menghadapi lawan yang selama bertahun-tahun menjadi batu sandungan Indonesia.
Thailand.
Herdman dan Trofi yang Selama Ini Ditunggu
Di bawah Herdman, Indonesia akhirnya mampu melakukan sesuatu yang gagal dilakukan enam generasi finalis Piala AFF sebelumnya:
menang di partai final regional senior.
Yang membuatnya semakin simbolis, lawannya adalah Thailand.
Tim yang pernah empat kali mengalahkan Indonesia dalam final.
Pertandingan juga kembali ditentukan melalui adu penalti, seperti final SEA Games 1991.
Bedanya, pada 1991 Indonesia menang 4-3.
Pada 2026 Indonesia menang 4-2.
Dua pertandingan berjarak 35 tahun.
Dua-duanya melawan Thailand.
Dua-duanya harus ditentukan melalui adu penalti.
Dan dua-duanya berakhir dengan Indonesia sebagai pemenang.
Dari Runner-up Menjadi Juara
Perjalanan Indonesia di kompetisi regional senior akhirnya memiliki babak baru.
Enam kali runner-up Piala AFF.
Empat kali kalah dari Thailand di final.
35 tahun sejak emas SEA Games 1991.
Puluhan periode kepelatihan.
Dan akhirnya, juara FIFA ASEAN Cup 2026.
Catatan sejarah itu membuat kemenangan di SUGBK bukan sekadar kemenangan atas Thailand.
Ini adalah titik akhir dari rentetan panjang kegagalan di partai puncak.
Sekaligus menjadi awal baru.
Untuk pertama kalinya, Indonesia tercatat sebagai juara FIFA ASEAN Cup.
Dan trofi pertama itu diraih dengan cara yang sangat dramatis:
120 menit.
Skor 2-2.
Adu penalti 4-2.
Lawan Thailand.
Di hadapan publik sendiri.
Setelah 35 tahun menunggu, akhirnya Garuda mengangkat trofi.
Indonesia Juara ASEAN
DATA SEJARAH INDONESIA DI FINAL REGIONAL
Emas regional senior terakhir sebelum 2026: SEA Games 1991
Lawan: Thailand
Skor: 0-0 setelah 120 menit
Adu penalti: Indonesia menang 4-3
Final Piala AFF/Piala Tiger sebelum 2026: 6 kali
Gelar: 0
Runner-up: 6 kali
Final melawan Thailand sebelum 2026: 4 kali
Kemenangan Indonesia: 0
Kemenangan Thailand: 4
Final melawan Thailand 2026:
Indonesia 2-2 Thailand
Adu penalti: Indonesia 4-2 Thailand



