BERITA TERBARUSULUT

Kejati Sulut Dorong SDM Berintegritas, Dunia Pendidikan Jadi Bagian Penting Pembangunan

Plt. Kajati Sulut Feri Tas menghadiri Dies Natalis ke-65 Universitas Sam Ratulangi. Dukungan terhadap dunia akademik menjadi bagian dari upaya memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berintegritas.

MANADO — Pembangunan sumber daya manusia tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan akademik dan keahlian profesional. Integritas menjadi unsur penting untuk memastikan ilmu pengetahuan dan kompetensi digunakan secara bertanggung jawab.

Perspektif tersebut menjadi relevan dalam kehadiran Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Dr. Feri Tas, S.H., M.Hum., M.Si., pada pembukaan Dies Natalis ke-65 Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Jumat (9/10/2026).

Berdasarkan siaran pers Penerangan Hukum Kejati Sulut, kehadiran Plt. Kajati merupakan bentuk dukungan terhadap penguatan hubungan kelembagaan antara kejaksaan dan dunia pendidikan, khususnya Unsrat, dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berintegritas di Sulawesi Utara.

Pesan tersebut menempatkan hubungan kejaksaan dan perguruan tinggi dalam konteks yang lebih luas daripada sekadar kehadiran dalam kegiatan perayaan kampus. Dunia pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk kualitas manusia, sementara integritas menjadi nilai penting dalam kehidupan profesional, penyelenggaraan pemerintahan, dan pelayanan kepada masyarakat.

Kejati Sulut dan Pentingnya Integritas dalam Pembangunan

Dukungan terhadap dunia pendidikan menjadi salah satu konteks hubungan kelembagaan yang disampaikan Kejati Sulut dalam kegiatan tersebut.

Perguruan tinggi tidak hanya berperan menghasilkan lulusan dengan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter, etika, dan tanggung jawab sosial. Kualitas tersebut dibutuhkan agar ilmu pengetahuan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dalam perspektif pembangunan daerah, sumber daya manusia yang unggul perlu ditopang oleh nilai integritas. Kompetensi tanpa tanggung jawab berisiko kehilangan orientasi kepentingan publik, sedangkan integritas membantu menempatkan pengetahuan dan keahlian dalam koridor etika serta aturan yang berlaku.

Karena itu, pesan mengenai sumber daya manusia yang unggul dan berintegritas menjadi salah satu poin penting dalam siaran pers Kejati Sulut mengenai kehadiran Plt. Kajati pada Dies Natalis Unsrat.

Hubungan Kejaksaan dan Dunia Akademik

Kejaksaan dan perguruan tinggi memiliki fungsi berbeda, tetapi keduanya berada dalam lingkungan pembangunan bangsa yang membutuhkan profesionalisme dan tanggung jawab.

Kejaksaan menjalankan tugas dan kewenangannya di bidang penegakan hukum, sedangkan perguruan tinggi berperan dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Hubungan kelembagaan antara keduanya dapat menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman mengenai pentingnya hukum, etika, dan integritas apabila dikembangkan melalui kegiatan yang sesuai dengan tugas serta kewenangan masing-masing.

Meski demikian, siaran pers Kejati Sulut tidak menyebut adanya penandatanganan kerja sama baru atau peluncuran program khusus dalam kegiatan tersebut. Oleh sebab itu, kehadiran Plt. Kajati lebih tepat dipahami sebagai bentuk dukungan terhadap hubungan kelembagaan dengan dunia pendidikan.

Dies Natalis ke-65 Unsrat Menjadi Momentum Refleksi

Pembukaan Dies Natalis ke-65 Unsrat diawali dengan jalan pagi bersama, kemudian dilanjutkan dengan berbagai perlombaan yang diharapkan meningkatkan kebersamaan, sportivitas, dan partisipasi sivitas akademika.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Utara Dr. J. Victor Mailangkay, S.H., M.H., serta sejumlah unsur kelembagaan lainnya.

Bagi dunia akademik, peringatan hari jadi perguruan tinggi dapat menjadi momentum untuk merefleksikan kontribusi pendidikan terhadap masyarakat dan pembangunan daerah.

Tantangannya bukan hanya menghasilkan lulusan yang mampu bersaing, tetapi juga membentuk generasi yang menjunjung tinggi kejujuran, profesionalisme, dan tanggung jawab.

Dalam konteks inilah dukungan Kejati Sulut terhadap hubungan kelembagaan dengan dunia pendidikan memiliki relevansi. Pembangunan sumber daya manusia membutuhkan kompetensi sekaligus karakter yang kuat.

Integritas Harus Menjadi Bagian dari Kualitas SDM

Kejati Sulut melalui siaran pers tersebut menegaskan bahwa kehadiran Plt. Kajati merupakan bentuk dukungan terhadap penguatan hubungan kelembagaan dengan dunia pendidikan dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berintegritas di Sulawesi Utara.

Pesan itu sekaligus menempatkan integritas sebagai unsur penting dalam pembangunan manusia. Kemajuan daerah tidak hanya bergantung pada kemampuan akademik atau keterampilan tenaga kerja, tetapi juga pada tanggung jawab dalam menggunakan ilmu, profesi, dan kewenangan.

Pada akhirnya, hubungan antara institusi penegak hukum dan dunia pendidikan memiliki arti apabila turut mendukung terbentuknya masyarakat yang memahami pentingnya profesionalisme, etika, dan kepatuhan terhadap hukum.

Bagi Sulawesi Utara, sumber daya manusia yang unggul dan berintegritas merupakan modal penting untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Sumber: Siaran Pers Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, 9 Oktober 2026.

Keterangan resmi: Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulut, Irvan Bilaleya, S.H.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button