BERITA TERBARUNASIONAL

Harga Kebutuhan Pokok Sulut 26 September: Rica Masih Jadi Perhatian, Tembus Rp180 Ribu

Data terbaru menunjukkan rata-rata harga rica di Manado berada di kisaran Rp150 ribu per kilogram. Di sejumlah pasar, harganya masih lebih tinggi, sementara pasokan dari luar daerah terus didorong untuk menahan tekanan harga.

MANADO — Harga sejumlah kebutuhan pokok di Sulawesi Utara masih menunjukkan tekanan, terutama cabai rawit atau rica. Di tengah upaya pemerintah menambah pasokan, harga rica di sejumlah pasar masih berada jauh di atas rata-rata nasional.

Per Sabtu, 26 September 2026, data harga pasar yang tersedia belum diperbarui untuk akhir pekan. Pantauan berbasis PIHPS Bank Indonesia yang terakhir tersedia untuk Manado dan Kotamobagu tercatat pada 24 September, sedangkan data rata-rata nasional terbaru tersedia per 25 September.

Di Manado, rata-rata harga cabai rawit tercatat Rp150.000 per kilogram. Namun perbedaan antar-pasar cukup lebar. Di Pasar Bersehati harga tercatat Rp160.000 per kilogram, sedangkan di Pasar Karombasan Rp140.000 per kilogram.

Rica Masih Jauh di Atas Harga Nasional

Tekanan harga rica terlihat lebih jelas jika dibandingkan dengan rata-rata nasional.

PIHPS mencatat rata-rata harga cabai rawit nasional pada 25 September sebesar Rp84.700 per kilogram. Sementara rata-rata Sulawesi Utara berada di sekitar Rp134.700 per kilogram. Artinya, rata-rata harga Sulut masih sekitar Rp50 ribu lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional.

Harga di lapangan bahkan dapat lebih tinggi dari angka rata-rata tersebut.

ANTARA melaporkan pada 25 September bahwa harga cabai rawit di sejumlah sentra perdagangan Sulut masih mencapai Rp180.000 hingga Rp200.000 per kilogram. Guru Besar Universitas Sam Ratulangi, Prof. Dr. Joy Tulung, menyebut tingginya harga cabai menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam tekanan inflasi Sulut.

Harga Sejumlah Bahan Pokok di Manado

Berdasarkan pantauan PIHPS pada dua pasar tradisional di Manado per 24 September 2026, harga rata-rata sejumlah komoditas tercatat sebagai berikut:

KomoditasHarga Rata-rata
BerasRp16.500/kg
Cabai merahRp85.000/kg
Cabai rawit/ricaRp150.000/kg
Bawang merahRp38.750/kg
Bawang putihRp35.000/kg
Telur ayamRp29.750/kg
Daging ayamRp41.250/kg
Daging sapiRp145.000/kg
Minyak gorengRp20.150/kg
Gula pasirRp18.650/kg

Angka tersebut merupakan rata-rata dua pasar yang dipantau, sehingga harga di tingkat pedagang dapat berbeda.

Kotamobagu: Rica Rp131.250 per Kilogram

Di Kotamobagu, rata-rata harga cabai rawit pada periode yang sama berada di Rp131.250 per kilogram.

Harga di dua pasar yang dipantau juga berbeda. Di Pasar 23 Maret tercatat Rp117.500 per kilogram, sedangkan di Poyowa Kecil mencapai Rp145.000 per kilogram.

Komoditas lainnya di Kotamobagu antara lain beras Rp16.100 per kilogram, cabai merah Rp92.500, bawang merah Rp46.250, bawang putih Rp46.250, telur ayam Rp30.650, daging ayam Rp40.900, daging sapi Rp165.000, minyak goreng Rp22.450 dan gula pasir Rp18.750 per kilogram.

Pemerintah Sudah Intervensi Pasokan

Tingginya harga rica membuat pemerintah dan Bank Indonesia Sulawesi Utara melakukan intervensi pasokan.

Pada 21 September, sebanyak 2,5 ton atau 84 koli cabai rawit merah dari Probolinggo, Jawa Timur, didatangkan ke Sulut melalui Fasilitasi Distribusi Pangan tahap kedua.

Pasokan tersebut disalurkan ke lima pasar, yakni Pasar Bersehati dan Pinasungkulan di Manado, Pasar Airmadidi di Minahasa Utara, Pasar Amurang di Minahasa Selatan serta Pasar 23 Maret Kotamobagu.

Target harga konsumen dari intervensi tersebut ditetapkan maksimal Rp57.000 per kilogram, sesuai Harga Acuan Penjualan yang ditetapkan Badan Pangan Nasional.

Intervensi sebelumnya pada 14–15 September juga sempat mendorong harga cabai rawit hingga sekitar Rp57.000 per kilogram di Pasar Bersehati Manado dan Pasar Airmadidi. Namun, menurut BI, harga kembali meningkat pada hari-hari berikutnya, menunjukkan tekanan pasokan belum sepenuhnya teratasi.

Kemarau Panjang Tekan Pasokan

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menyebut penurunan produksi akibat kekeringan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pasokan cabai.

Data klimatologi yang disampaikan BI menunjukkan kondisi hari tanpa hujan sudah masuk kategori sangat panjang di 131 lokasi, bahkan kategori ekstrem di 12 lokasi.

Pemprov Sulut menyatakan distribusi cabai dari luar daerah merupakan langkah jangka pendek untuk menjaga ketersediaan pasokan, mengendalikan gejolak harga dan melindungi daya beli masyarakat.

Bukan Sekadar Soal Rica

Tekanan harga pangan juga perlu dilihat dalam konteks inflasi daerah.

Sulut mencatat inflasi Agustus 2026 sebesar 0,29 persen secara bulanan dan 3,99 persen secara tahunan. Untuk Kota Manado, inflasi tahunan pada periode tersebut mencapai 4,21 persen.

Kondisi harga rica menjadi perhatian karena komoditas tersebut memiliki pengaruh terhadap biaya konsumsi rumah tangga sekaligus biaya produksi usaha kuliner.

Dengan demikian, perkembangan harga pada akhir September akan menjadi salah satu indikator penting apakah intervensi pasokan dari luar daerah mampu menahan tekanan harga atau kenaikan kembali terjadi setelah pasokan intervensi terserap pasar.

Catatan redaksi: Angka harga dalam tabel merupakan data PIHPS Bank Indonesia yang terakhir tersedia untuk Manado dan Kotamobagu pada 24 September 2026. Data PIHPS tidak diperbarui pada akhir pekan, sehingga angka tersebut tidak boleh dibaca sebagai hasil survei langsung pada Sabtu, 26 September 2026. Harga aktual di masing-masing pasar dapat berbeda.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button