BERITA TERBARUNASIONAL

Pasar Sambut Positif Pencalonan Destry, Rupiah Menguat ke Rp17.755 per Dolar AS

Pelaku pasar melihat pengalaman Destry di bank sentral dan pasar keuangan sebagai sinyal kesinambungan kebijakan. Rupiah menguat 0,79 persen pada perdagangan Senin, 10 Agustus 2026.

JAKARTA — Pencalonan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) mendapat respons positif dari pasar keuangan. Nilai tukar rupiah menguat signifikan pada perdagangan Senin, 10 Agustus 2026.

Berdasarkan data Bloomberg yang dikutip sejumlah media, rupiah ditutup menguat sekitar 0,79 persen atau 142 poin ke level Rp17.755 per dolar AS, dari posisi sebelumnya Rp17.897 per dolar AS. JISDOR Bank Indonesia juga menguat ke Rp17.795 per dolar AS dari Rp17.913 per dolar AS.

Penguatan rupiah terjadi setelah Presiden Prabowo Subianto mengirimkan Surat Presiden kepada DPR RI dengan mengusulkan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur BI.

Pasar melihat kesinambungan kebijakan

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai pasar menerima pencalonan Destry dengan baik. Salah satu pertimbangannya adalah Destry berasal dari internal BI sehingga memberikan sinyal kesinambungan kepemimpinan dan kebijakan moneter.

Pandangan tersebut sejalan dengan penilaian Reuters bahwa pasar menyambut pencalonan Destry karena pengalaman panjangnya di bank sentral dan pasar keuangan. Destry dinilai berpotensi melanjutkan kebijakan moneter yang sudah berjalan dengan tetap memperhatikan stabilitas rupiah, inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Respons tersebut juga terlihat dari pergerakan rupiah yang pada perdagangan intraday sempat menguat hingga kisaran Rp17.739 per dolar AS.

Bukan hanya faktor Destry

Meski sentimen terhadap pencalonan Destry menjadi salah satu katalis positif, penguatan rupiah tidak dapat dikaitkan hanya dengan pergantian calon Gubernur BI.

Analis juga mencatat sejumlah faktor lain, termasuk kondisi ekonomi domestik dan perkembangan sentimen global.

Indeks Keyakinan Konsumen Indonesia pada Juli 2026 memang turun menjadi 116,8 dari 117,8 pada Juni. Namun angka tersebut masih berada di atas level 100, yang menunjukkan konsumen secara umum masih berada dalam zona optimistis.

Selain itu, meredanya kekhawatiran terhadap arah suku bunga Amerika Serikat turut menjadi faktor yang membantu pergerakan rupiah.

Karena itu, respons pasar terhadap Destry lebih tepat dibaca sebagai sinyal awal kepercayaan terhadap kesinambungan kebijakan BI, bukan sebagai satu-satunya penyebab penguatan rupiah.

Ujian berikutnya

Pencalonan Destry kini masih harus melalui proses di DPR. Jika memperoleh persetujuan, tantangan berikutnya adalah menjaga keseimbangan antara stabilitas moneter dan kebutuhan pertumbuhan ekonomi.

Pasar akan mencermati apakah Destry mampu mempertahankan kredibilitas BI sekaligus menjaga koordinasi kebijakan dengan pemerintah.

Dengan kata lain, penguatan rupiah pada 10 Agustus menjadi sinyal positif awal. Namun kepercayaan pasar akan benar-benar diuji melalui kebijakan yang diambil setelah kepemimpinan baru BI terbentuk.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button