BERITA TERBARUSULUT

Cegah Tawuran Pelajar, Kapolsek Tikala Tegaskan Larangan Bawa Sajam di SMKN 2 Manado

Kapolsek Tikala mengingatkan siswa SMKN 2 Manado agar tidak terpancing tawuran dan menegaskan larangan membawa senjata tajam.

MANADO – Upaya mencegah tawuran antarpelajar terus dilakukan di Kota Manado. Kapolsek Tikala, IPTU Stenly Tawalujan, S.Pd., menjadi pembina upacara di SMKN 2 Manado, Senin (10/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Stenly menyampaikan imbauan tegas kepada siswa agar tidak terpengaruh ajakan tawuran serta tidak membawa senjata tajam ke lingkungan sekolah.

Upacara yang diikuti siswa kelas 10 dan 11 itu difokuskan pada pesan keamanan dan ketertiban di lingkungan sekolah.

Dalam amanatnya, Stenly mengapresiasi kondisi SMKN 2 Manado yang saat itu tertib dan tidak ditemukan siswa membawa senjata tajam. Meski demikian, ia mengingatkan para siswa agar tetap waspada karena sekolah tersebut pernah menjadi lokasi penyerangan oleh kelompok siswa dari sekolah lain.

Ia meminta siswa tidak mudah terpancing atau mengikuti ajakan untuk melakukan tawuran.

“Saya imbau adik-adik jangan mau terpengaruh dan jangan mudah terpancing ajakan tawuran. Kebanggaan anak SMK ada pada skill dan prestasi, bukan pada kekerasan,” ujar Stenly.

Kapolsek Tikala juga menegaskan kepolisian akan mengambil tindakan terhadap pelajar yang terlibat tawuran dan kedapatan membawa senjata tajam.

“Kepolisian akan melakukan tindak tegas dan terukur bila ditemukan ada anak sekolah dalam tawuran membawa sajam,” tegasnya.

Pada hari yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Utara Drs. Jahja Paulus Rondonuwu, M.Si., turut melakukan kunjungan ke SMKN 2 Manado.

Jahja menyampaikan dukungan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Utara terhadap upaya sekolah dan kepolisian dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.

“Kami dari Dinas Pendidikan Provinsi mendukung penuh upaya sekolah menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Mari kita cegah tawuran bersama-sama. Anak-anak SMK harus fokus pada belajar dan pengembangan kompetensi untuk masa depan daerah ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMKN 2 Manado Tineke Lesar, S.Pd., M.Pd., menegaskan sekolah tidak akan memberikan toleransi terhadap siswa yang kedapatan membawa senjata tajam.

“Kami tidak akan mentolerir siswa yang kedapatan membawa senjata tajam. Jika kedapatan, maka siswa tersebut akan kami kembalikan kepada orang tuanya. SMKN 2 Manado harus menjadi tempat yang aman untuk belajar dan berprestasi,” tegas Tineke.

Kehadiran Kapolsek Tikala sebagai pembina upacara serta kunjungan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Utara pada Senin (10/8) diharapkan memperkuat upaya pencegahan tawuran di kalangan pelajar.

Pesan yang disampaikan juga menekankan pentingnya menjadikan keterampilan, prestasi, dan kompetensi sebagai kebanggaan siswa SMK, bukan kekerasan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button