BMKG Ingatkan Potensi Hujan Sepekan ke Depan, Warga Sulut Diminta Waspada
Gelombang atmosfer dan pancaroba picu potensi hujan lebat disertai petir serta angin kencang di sejumlah wilayah Sulawesi Utara

MANADO — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan yang masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia selama periode 22 hingga 28 Mei 2026.
Melalui informasi resmi yang disampaikan BMKG, kondisi cuaca dalam sepekan ke depan masih dipengaruhi aktivitas gelombang atmosfer dan sirkulasi siklonik yang memicu pembentukan awan hujan di berbagai daerah, termasuk wilayah Sulawesi.
BMKG menjelaskan, fenomena atmosfer seperti Gelombang Rossby Ekuatorial, Mixed Rossby Gravity (MRG), serta kondisi pancaroba turut memperkuat pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Cuaca ekstrem tersebut juga dapat disertai petir dan angin kencang, terutama pada sore hingga malam hari.
Di wilayah Sulawesi Utara, masyarakat diminta tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba. Kondisi panas pada pagi hingga siang hari diperkirakan masih akan berlangsung sebelum berubah menjadi hujan deras pada sore atau malam.
Menurut BMKG, pola cuaca tersebut merupakan karakteristik umum pada masa peralihan musim atau pancaroba akibat pemanasan permukaan bumi yang memicu pertumbuhan awan hujan secara cepat.
Selain itu, warga yang berada di daerah rawan banjir dan longsor diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan dengan durasi panjang dan intensitas tinggi.
BMKG juga meminta masyarakat yang beraktivitas di sektor transportasi laut agar memperhatikan perkembangan cuaca sebelum melakukan perjalanan, mengingat potensi angin kencang dan gelombang tinggi masih dapat terjadi di beberapa perairan.
“BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan disertai petir dan angin kencang selama sepekan ke depan, khususnya di wilayah rawan banjir, longsor, dan aktivitas pelayaran,” tulis BMKG dalam imbauannya.
Masyarakat diharapkan terus memantau informasi cuaca resmi melalui kanal informasi milik BMKG guna mengantisipasi potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.



