AGAMABERITA TERBARU

KENAIKAN KRISTUS: Bukan Akhir, Melainkan Awal Pemerintahan-Nya yang Mulia

“Yesus yang naik ke surga itu akan datang kembali.”

Perayaan Kenaikan Yesus Kristus sering dipahami hanya sebagai peristiwa penutup pelayanan Tuhan Yesus di dunia. Banyak orang memandang kenaikan-Nya sekadar akhir dari kisah penderitaan, kematian, dan kebangkitan Kristus.

Padahal sesungguhnya, Kenaikan Kristus justru menjadi awal dari karya-Nya yang lebih besar bagi umat manusia.

Kenaikan Yesus bukan perpisahan tanpa harapan. Sebaliknya, itu adalah deklarasi kemenangan Kristus sebagai Raja yang hidup, yang kini memerintah dalam kemuliaan dan tetap bekerja bagi umat-Nya.

Tanpa kenaikan ke surga, tidak ada pemerintahan Kristus di sebelah kanan Allah Bapa. Tidak ada pengantaraan-Nya bagi manusia. Dan tidak ada pengharapan akan pemulihan segala sesuatu pada akhir zaman.

Karena itu, Kenaikan Kristus adalah bagian penting dari karya keselamatan Allah bagi dunia.

KRISTUS DIMULIAKAN DI SURGA

Peristiwa Nyata dalam Sejarah

Dalam Kisah Para Rasul 1:9 tertulis:

“Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.”

Alkitab menegaskan bahwa kenaikan Yesus bukan simbol atau cerita kiasan. Para murid menyaksikan langsung bagaimana Tuhan Yesus terangkat ke surga.

Iman Kristen berdiri di atas peristiwa yang nyata dan historis.

Awan yang menutupi Yesus melambangkan kemuliaan Allah. Dalam tradisi Alkitab, awan sering menjadi tanda kehadiran dan kemuliaan Tuhan.

Artinya, Yesus kembali kepada kemuliaan-Nya sebagai Anak Allah yang berkuasa.

Hari ini orang percaya tidak menyembah tokoh sejarah yang telah mati, melainkan Tuhan yang hidup dan memerintah untuk selama-lamanya.

KRISTUS ADALAH RAJA

Kenaikan Kristus menegaskan bahwa seluruh otoritas diberikan kepada-Nya.

Ia duduk di sebelah kanan Allah Bapa — posisi kehormatan, kuasa, dan pemerintahan surgawi.

Di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, perang, penderitaan, dan krisis moral, Alkitab mengingatkan bahwa sejarah dunia tetap berada dalam kendali Kristus.

Tidak ada kekuasaan manusia yang lebih tinggi daripada pemerintahan-Nya.

KRISTUS MENJADI PEMBELA UMAT-NYA

Ia Tidak Pernah Meninggalkan Kita

Ibrani 7:25 berkata:

“Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka.”

Setelah naik ke surga, Kristus tetap bekerja bagi umat-Nya. Ia menjadi Imam Besar dan Pengantara bagi manusia.

Roma 8:34 juga menegaskan:

“Kristus Yesus… duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita.”

Di tengah kehidupan yang penuh kegagalan dan dosa, ada penghiburan besar bagi orang percaya:

Kristus tidak meninggalkan umat-Nya.

Ketika manusia mudah menghakimi, Kristus justru menjadi Pembela bagi mereka yang datang kepada-Nya dengan pertobatan.

Keselamatan bukan bergantung pada kekuatan manusia, melainkan pada kasih karunia Kristus yang terus bekerja sampai hari ini.

DUNIA MENUJU PEMULIHAN

Harapan di Tengah Dunia yang Rusak

Kisah Para Rasul 3:21 mengatakan:

“Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu.”

Dunia hari ini dipenuhi penderitaan, kebencian, ketidakadilan, dan air mata. Namun Alkitab memberikan pengharapan bahwa suatu hari nanti Tuhan akan memulihkan segala sesuatu.

Pemulihan itu bukan hanya menyangkut kehidupan pribadi manusia, tetapi juga seluruh ciptaan.

Kenaikan Kristus mengingatkan bahwa sejarah belum selesai.

Orang percaya hidup di antara dua masa:
Kristus sudah naik ke surga, tetapi Kristus belum datang kembali.

Karena itu, hidup kekristenan adalah hidup dalam pengharapan.

KRISTUS AKAN DATANG KEMBALI

Pengharapan Terbesar Orang Percaya

Malaikat berkata kepada para murid:

“Yesus ini… akan datang kembali dengan cara yang sama.”
— Kisah Para Rasul 1:11

Kedatangan Kristus yang kedua kali adalah pusat pengharapan iman Kristen.

Yesus akan datang secara nyata, pribadi, dan penuh kemuliaan.

Wahyu 21:5 berkata:

“Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!”

Pada akhirnya Kristus akan:

  • menghakimi dunia,
  • memulihkan segala sesuatu,
  • dan memerintah untuk selama-lamanya.

Karena itu, orang percaya dipanggil hidup dalam kesiapan, bukan ketakutan.

REFLEKSI FORUM ADIL

Kenaikan Kristus mengajarkan bahwa iman Kristen bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi hidup dalam pengharapan akan masa depan yang pasti bersama Tuhan.

Di tengah dunia yang semakin gelap, gereja dipanggil tetap setia, tetap berharap, dan tetap memandang kepada Kristus yang hidup.

Sebab Tuhan yang naik ke surga itu juga adalah Tuhan yang akan datang kembali dalam kemuliaan-Nya.

“Kristus berkuasa di surga, bekerja bagi umat-Nya, dan akan datang kembali memulihkan segala sesuatu.”

Penulis: Pdm. Reza Nasarethsa Mailangkay

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button