BERITA TERBARUSULUT

Nyepi di Manado: Hening di Tengah Kota yang Tetap Bergerak

Perayaan Hari Raya Nyepi di Manado berlangsung khidmat dalam ruang terbatas, tanpa menghentikan denyut aktivitas kota

MANADO — Tidak ada jalanan lengang atau bandara yang tutup di Manado saat Hari Raya Nyepi tiba. Kota tetap bergerak seperti biasa. Kendaraan berlalu-lalang, pusat perbelanjaan buka, dan aktivitas ekonomi berjalan normal. Namun, di balik itu, sekelompok umat Hindu menjalani hari dalam keheningan.

Perayaan Nyepi di Manado memang berbeda dengan yang berlangsung di Bali. Di kota ini, umat Hindu menjalankan Catur Brata Penyepian dalam lingkup komunitas dan keluarga. Mereka berdiam diri, membatasi aktivitas, serta memperdalam refleksi spiritual tanpa intervensi terhadap ruang publik yang lebih luas.

Meski demikian, rangkaian perayaan tetap dilakukan. Sehari sebelum Nyepi, umat Hindu di Manado biasanya menggelar Tawur Agung Kesanga yang disertai pawai ogoh-ogoh. Tradisi ini menjadi satu-satunya momen ketika suasana terasa lebih semarak, sebelum akhirnya memasuki keheningan total pada hari berikutnya.

Kehadiran ogoh-ogoh di tengah kota yang mayoritas non-Hindu menjadi penanda bahwa perayaan keagamaan tetap mendapat ruang. Di sisi lain, pelaksanaan Nyepi yang tidak mengganggu aktivitas umum menunjukkan adanya penyesuaian dengan konteks sosial setempat.

“Nyepi di sini lebih ke dalam diri,” ujar salah satu umat Hindu di Manado. “Kami tetap menjalankan kewajiban, meski suasananya tidak seperti di Bali.”

Fenomena ini memperlihatkan wajah lain dari Nyepi—bahwa esensi keheningan tidak selalu harus diwujudkan dalam ruang yang sepenuhnya sunyi. Dalam kondisi kota yang tetap hidup, keheningan justru menjadi pilihan personal yang lebih mendalam.

Di tengah keberagaman Manado, praktik ini memperlihatkan fleksibilitas sekaligus keteguhan iman. Umat Hindu tetap menjaga tradisi, sementara masyarakat luas tetap menjalankan aktivitas tanpa gesekan.

Nyepi di Manado, pada akhirnya, bukan tentang menghentikan kota. Ia adalah tentang bagaimana keheningan bisa tetap hidup, bahkan ketika dunia di sekelilingnya terus bergerak.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button