KABAR PASAR SULUT: Stok Ikan Melimpah, Rica Stabil, Namun Gula Mulai Menanjak
Pasokan ikan laut di Manado melimpah membuat harga Tude dan Malalugis turun. Namun, harga gula pasir dan Minyakita mulai merangkak naik di sejumlah pasar tradisional Sulawesi Utara.

MANADO – Memasuki pertengahan Mei 2026, masyarakat Sulawesi Utara mulai merasakan sedikit kelegaan terhadap harga sejumlah kebutuhan pokok, khususnya komoditas hasil laut dan bumbu dapur. Pantauan di sejumlah pasar tradisional seperti Pasar Bersehati dan Pasar Pinasungkulan, Jumat (15/5/2026), menunjukkan pasokan ikan laut cukup melimpah, sementara harga beberapa bahan pangan lainnya masih mengalami fluktuasi.
Ikan Laut Melimpah, Harga Turun
Kondisi cuaca yang cukup baik di wilayah perairan Sulawesi Utara berdampak pada meningkatnya hasil tangkapan nelayan. Akibatnya, harga beberapa jenis ikan konsumsi favorit masyarakat mengalami penurunan.
Ikan Tude dan Malalugis misalnya, kini dijual di kisaran Rp20.000 hingga Rp25.000 per tempat, tergantung ukuran dan kualitas ikan. Sementara itu, Ikan Cakalang ukuran sedang dibanderol sekitar Rp35.000 hingga Rp45.000 per ekor.
Melimpahnya stok ikan dinilai menjadi kabar baik bagi masyarakat karena dapat menjadi alternatif sumber protein dengan harga lebih terjangkau dibanding beberapa jenis daging.
Harga “Barito” Relatif Stabil
Untuk kelompok bumbu dapur atau yang dikenal masyarakat sebagai “Barito” (Bawang, Rica, Tomat), harga cabai rawit atau rica masih bertahan stabil di angka Rp35.000 per kilogram.
Namun berbeda dengan tomat yang hingga saat ini masih berada pada harga cukup tinggi, yakni sekitar Rp22.000 hingga Rp24.000 per kilogram.
Sementara itu, harga bawang merah dan bawang putih terpantau relatif stabil di kisaran Rp45.000 per kilogram.
Gula dan Minyak Mulai Mengalami Kenaikan
Di sisi lain, masyarakat diminta mulai mewaspadai kenaikan harga gula pasir dan minyak goreng.
Harga gula pasir kini menyentuh Rp19.000 hingga Rp20.000 per kilogram. Sedangkan minyak goreng subsidi Minyakita mulai sulit ditemukan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), dengan harga jual di tingkat pedagang rata-rata mencapai Rp18.000 per liter.
Kondisi tersebut diduga dipengaruhi distribusi pasokan serta meningkatnya permintaan di sejumlah wilayah.
Tabel Harga Bapok Sulut
Update Jumat, 15 Mei 2026
| Komoditas | Satuan | Harga Rata-rata | Status |
|---|
| Ikan Tude/Malalugis | Per tempat | Rp25.000 | Turun |
| Rica (Cabai Rawit) | Per kg | Rp35.000 | Stabil |
| Tomat | Per kg | Rp24.000 | Tinggi |
| Gula Pasir | Per kg | Rp19.000 | Naik |
| Daging Ayam | Per kg | Rp38.000 | Stabil |
| Daging Babi | Per kg | Rp90.000 | Stabil |
| Telur Ayam | Per baki | Rp60.000 | Stabil |
Panduan untuk Konsumen
Dengan melimpahnya stok ikan laut saat ini, masyarakat disarankan memanfaatkan momentum tersebut untuk memenuhi kebutuhan protein keluarga dengan harga yang lebih ekonomis.
Sementara untuk komoditas yang masih tinggi seperti tomat, konsumen diimbau lebih selektif dalam memilih kualitas barang agar tetap mendapatkan nilai belanja yang seimbang di tengah fluktuasi harga pangan.



